Adrian Newey Tinggalkan Red Bull

Kabar mengejutkan datang dari engineer top di F1, Adrian Newey. Ia dipercaya akan meninggalkan tim Red Bull yang sudah dibela dua dekade terakhir. Newey jadi komoditas panas di tahun ini, mengingat ia berhasil menaklukan regulasi ground effect dalam tiga musim terakhir bersama Red Bull yang begitu dominan.

Rendra Yuniarto
Adrian Newey 2011 Red Bull (Foto: Morio, Wikimedia)
Adrian Newey 2011 Red Bull (Foto: Morio, Wikimedia)

Alasan Newey Hengkang dari Red Bull

Seperti yang pernah di­-mention di artikel sebelumnya, Adrian Newey adalah salah satu desainer mobil F1 paling sakti. Newey yang sudah 20 tahun bersama Red Bull, dikabarkan akan meninggalkan tim tersebut terhitung akhir musim 2024. Kabar ini bermula dari salah satu media otomotif Jerman yang meyakini bahwa Newey sudah menyampaikan secara informal kepada para petinggi di Red Bull. Hanya tinggal menunggu waktu Newey memberikan surat pengunduran dirinya.

Keluarnya dari Red Bull diyakini akibat internal tim Red Bull yang sudah tidak kondusif pasca mencuatnya kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh team principal, Christian Horner kepada salah satu staf perempuannya. Sikap tertutup Horner dan timnya dalam menyelesaikan kasus  hanya memperkeruh kondisi internal tim yang sudah terpecah belah. Terlebih kasus ini melebar hingga menjadi adu kekuatan antara Red Bull Racing sebagai entitas balap Red Bull dengan Red Bull Austria sebagai induk perusahaan. Sampai pada akhirnya Horner dinyatakan tidak bersalah dan kondisi tim sudah terlanjur tidak kondusif.

Kepergian Newey diyakini akan memberikan efek resign berantai personil di Red Bull. Mulai dari Helmut Marko sebagai salah satu oposisi dari Horner, dan sang pembalap utama Red Bull, Max Verstappen. Pembalap tiga kali juara dunia ini sudah jengah dengan segala intrik politik dan lebih suka dengan kondisi tim yang kondusif dan nyaman. Terlebih, sang ayah, Jos Verstappen juga ada di sisi oposisi dari Horner. Sangat memungkinkan untuk Verstappen memutus kontraknya di Red Bull dan berpindah tim.

Labuhan Selanjutnya

Newey akan menjadi komoditas panas dalam mengarungi regulasi 2026 nanti. Kejeniusannya dalam mendesain mobil yang begitu dominan di era ground effect, sudah menjadi jaminan hasil yang bisa dikerjakannya. Terhitung ada dua tim terdepan dalam perburuan tandatangan Newey. Ferrari adalah tim yang paling getol ingin mendatangkan Newey sejak 2008 lalu. John Elkann, selaku presiden Ferrari juga turun tangan untuk mendatangkan Newey ke Ferrari.

Mobil Max Verstappen hasil desain Adrian Newey. GP China 2024
Sumber: Liauzh, Wikimedia

Selain Ferrari, Aston Martin juga punya modal kuat menggaet Newey ke sana. Dengan banyaknya lulusan engineer Red Bull di sana, Aston Martin bisa membangun kondisi internal tim yang diinginkan oleh Newey.  Terlebih, markas Aston Martin yang berada di Inggris juga membuat Newey tak perlu beradaptasi lagi dengan suasana di sana. Beberapa pihak meyakini Newey akan memilih tim-tim yang bermarkas di Inggris, yang mana menjadikan Aston Martin sebagai pemimpin dalam perebutan tandatangannya.

Anggap Newey akan membalap bersama tim baru setelah dari Red Bull. Newey tidak bisa langsung bergabung bersama tim baru, mengingat adanya gardening leave, atau cuti. Cuti ini perlu diambil sebagai tindakan preventif terkait kebocoran data dan informasi tim sebelumnya. Kemungkinan Newey baru bisa bergabung dengan tim barunya di 2026. Jika Newey tidak sepakat dengan kontraknya, Newey bisa mengambil opsi untuk pensiun, mengingat usianya yang sudah kepala enam.

Siapapun nanti yang akan menerima Newey di timnya, sudah pasti akan semakin berkembang dengan segudang pengalaman juara dari desain mobil yang ia buat. Meski memilih pensiunpun, Newey sudah menjadi salah satu engineer paling berpengaruh dan sukses di dunia F1.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *