Zhou Guanyu
Alfa Romeo mengakhiri musim 2021 dengan hilangnya dua pembalap mereka, Kimi Raikkonen dan Antonio Giovinazzi. Alfa Romeo kemudian mengamankan Valtteri Bottas yang baru habis kontrak dengan tim Mercedez. Slot pembalap tersisa diisi akhirnya diisi oleh Zhou Guanyu. Zhou datang ke F1 dengan membawa sponsor untuk tim Alfa Romeo yang mana sangat berguna untuk keberlangsungan pengembangan mobil mereka.
Zhou memulai karirnya dengan membalap di Formula 4 Italia bersama tim Prema tahun 2014. Tahun 2016, Zhou naik kelas ke Formula 3 Eropa hingga 2018. Zhou naik ke Formula 2 di musim selanjutnya dan tampil baik hingga akhirnya Zhou berhasil meraih posisi 3 kalsemen pembalap Formula 2 tahun 2021. Musim itu juga, Zhou menjadi pembalap tes untuk tim Alpine F1. Baru tahun 2022, Zhou naik ke Formula 1 dengan kontrak selama dua Tahun dengan Alfa Romeo. Performa Zhou bisa dibilang cukup kompetitif dalam perebutan posisi tengah bawah klasemen. Dengan Bottas sebagai pembalap senior di Alfa Romeo, membuat pembalap F1 Asia ini dapat mengarungi musim secara baik. Musim 2024, Alfa Romeo akan melakukan rebranding tim menjadi Stake F1 Team dan Zhou kembali dipercaya menemani Bottas dalam mengarungi musim balap.
Fun fact: Zhou ialah pembalap Tiongkok pertama di F1.
Baca juga: Pembalap Terbaik di F1
Yuki Tsunoda

Sumber: Nabtifal, Wikimedia
Jepang adalah negara Asia yang paling banyak mencetak pembalap F1, yaitu sebanyak 21 pembalap. Sempat beberapa tahun absen, wajah Jepang hadir kembali di grip, yang diwakilkan oleh Yuki Tsunoda. Ia adalah pembalap yang tergabung dalam proyek pembinaan pembalap Honda. Tsunoda kemudian masuk ke dalam akademi pembalap Red Bull, buah dari kerjasama strategis Honda sebagai penyuplai mesin tim Red Bull F1.
Karir Tsunoda sampai ke F1 bisa dibilang cukup cepat. Tsunoda memulai dari tahun Formula 4 Jepang dari 2016 dan menjadi juara seri tersebut di tahun 2018. Tsunoda langsung naik ke Formula 3 di tahun 2019 dan hanya setahun berselang Tsunoda naik ke Formula 2.
Ia tampil sangat kompetitif selama dua musim di Formula 2. Helmut Marko dan Christian Horner selaku petinggi Red Bull akhirnya memboyongnya ke F1 tahun 2021 dengan bergbung bersama Alpha Tauri.
Musim debutnya cukup baik, bisa mengumpulkan 32 poin dengan mobil AT02. Namun dengan kesulitannya Alpha Tauri mengikuti perubahan besar-besaran regulasi tahun 2022, performa Tsunoda juga terdampak. Tsunoda hanya bisa mengumpulkan 12 poin, tertinggal dari Pierre Gasly yang berhasil mengumpulkan 23 poin. Musim 2023, Tsunoda perlahan kembali meningkatkan performanya dan berhasil menjadi tulang punggung tim dalam mencetak poin. Performanya diprediksi akan semakin meningkat mengingat bagaimana cepatnya Tsunoda dapat beradaptasi dengan mobilnya, dan akan menjadi pembalap papan atas apabila ia didukung oleh tim dan mobil yang kompetitif.
Fun fact: Tinggi badan Tsunoda ialah 161 centimeter, menjadikannya pembalap paling pendek di grid F1 saat ini.
Alex Albon

Sumber: Zach C. Wikimedia
Alexander Albon Ansusinha, atau yang dikenal dengan nama Alex Albon, merupakan pembalap 27 tahun yang membela tim William Racing. Albon sendiri merupakan pembalap didikan Red Bull yang sudah bergabung dengan program tersebut sejak 2012. Layaknya karir pembalap F1 lainnya, Albon memulai karir di balap gokar regional Inggris dari 2005 hingga 2011, dan lanjut ke Formula Renault di tahun 2012. Tahun 2015 Albon naik ke Formula 3. Tak butuh waktu lama, Albon naik kelas ke Formula 2 di tahun 2017 dan mencatatkan prestasi terbaiknya di tahun 2018 dengan menduduki posisi tiga.
Albon melanjutkan karirnya di balap Formula E, dan di akhir tahun 2018 Albon diumumkan membalap di F1 musim 2019 membela tim Scuderia Toro Rosso (yang sekarang menjadi tim Alpha Tauri) bersama pembalap Rusia, Daniil Kvyat. Albon menunjukkan bahwa ia cukup kompetitif untuk balapan di F1 dengan mendulang 16 poin hingga GP Hungaria. Hingga kemudian Red Bull menjadikannya rekan se tim Max Verstappen di GP Belgia. Namun Albon tidak sanggup memerima tekanan dan ekspektasi tinggi tim yang berakibat pada performanya yang tidak konsisten selama musim 2019 – 2020. Akhirnya Albon disingkirkan di tahun 2021, digantikan oleh Sergio Perez.
Semusim absen, Albon dipinjamkan ke William Racing di tahun 2022 dan tampil mengesankan, melihat William adalah tim dengan mobil terlambat di grid. Ia mencetak beberapa poin dan meningkatkan moral tim William. Tahun 2023, pembalap Asia ini memutuskan kontrak afiliasinya dengan Red Bull dan menjadi pembalap William secara utuh. William bersama Albon berhasil finish posisi tujuh konstruktor. Prestasi yang ok mengingat beberapa aspek di William masih tertinggal jauh dibandingkan tim lain.
Fun fact: Albon memiliki dua kewarganegaraan, yaitu Inggris dan Thailand. Albon memilih membawa bendera Thailand di F1, menjadikannya pembalap F1 asal Thailand kedua setelah Prince Bira tahun 1954.
Honourable Mentions
Pembalap-pembalap F1 Asia memang sudah banyak muncul sebelum mereka. Beberapa dari mereka cukup terkenal. Seperti Takuma Sato (2002-2008) yang berhasil meraih podium di musim 2004. Kemudian ada Kamui Kobayashi (2009-2014) yang berhasil meraih podium di musim 2012. Regional Asia Tenggara pernah diwakili oleh Alex Yoong (2001-2002) dari Malaysia dan Rio Haryanto (2016) dari Indonesia.





