Belum Mulai Tapi Sudah Seru! Preview F1 Musim 2024

F1 2024 baru akan dimulai di tanggal 2 Maret nanti. Semua tim sudah bersiap dengan meluncurkan mobil-mobil terbaru mereka, yang tentu dinantikan para penggemar. Tak hanya peluncuran mobil terbaru, penggemar juga disuguhkam gosip-gosip panas sudah malang melintang sejak awal tahun. Awal tahun yang seru bagi F1.

Rendra Yuniarto
Max Verstappen Austria 2023 Sumber: Lukas Raich, Wikimedia

Livery Mobil F1 Musim 2024

Fans F1 tentu menunggu seperti apa livery (corak) dari mobil setiap tim di tahun 2024. Namun seperti musim sebelumnya, fans kembali disuguhkan dengan dominannya warna hitam karbon di sebagian besar mobil musim 2024. Cukup kecewa karena seakan F1 jadi kurang berwarna. Sebagian besar tim masih mengusung warna hitam karbon dengan alasan untuk mengurangi bobot mobil yang besar di era mobil ground effect.

Beberapa tim juga menampilkan wajah baru seiring dengan pergantian nama tim mereka. Nama Tim AlphaTauri berubah di musim 2024 menjadi Visa Cash App Racing Bulls. Nama yang terdengar aneh namun bisa dimaafkan dengan livery mobilnya yang khas merefleksikan warna dari Toro Rosso, nama awal mereka.  Kemudian Alfa Romeo merubah juga timnya menjadi Stake F1. Warna hijau florence disematkan sehingga terkesan berani dan menjadi pembeda dengan mobil lain.

Warna-warna ikonik dari tim papan atas juga masih dipertahankan. Ferrari yang selalu mengusung warna merah menghiasi dengan aksen putih kuning, membuat livery mereka begitu harmonis. Mercedez, meskipun masih mengusung warna hitam, kembali memberikan sentuhan warna abu-abu seperti livery mereka di era hybrid. Red Bull terkesan tidak merubah livery-nya namun sebagian besar sepakat bahwa livery-nya memang tak perlu dirubah.

Everyone is Ferrari Fan

Bayangkan Lionel Messi sepakat bergabung ke Real Madrid. Seperti itulah kira-kira yang terjadi dengan perpindahan Lewis Hamilton ke Ferrari. Sang tujuh kali juara dunia ini membuat geger dunia dengan kepindahannya mulai tahun 2025. Diyakini Hamilton akan menjalani beberapa musim sebagai pembalap Ferrari dengan nilai kontrak yang fantastis.

Menurut berbagai kabar Hamilton sudah memulai pembicaraan dengan Ferrari di awal musim F1 2024. Salah satu pemicunya adalah kontraknya di Mercedez yang hanya diberikan durasi satu tahun ditambah opsi perpanjangan. Kontrak jangka pendek Hamilton juga merupakan keputusan bos Mercedez, Ola Kallenius, karena ingin meremajakan susunan pembalap di Mercedez F1.

Proses negosiasi dikatakan cukup mulus dengan turun langsungnya presiden Ferrari, John Elkann yang memang diyakini sudah lama ingin memboyong Hamilton ke Ferrari. Hamilton mengabarkan ke Toto Wolff sehari sebelum ia diresmikan sebagai pembalap Ferrari musim 2025. Hal ini juga yang menyebabkan negosiasi kontrak Carlos Sainz terhambat dan akhirnya gagal perpanjang. Cukup sadis, mengingat Sainz lah yang berhasil mematahkan rentetan hasil sempurna Red Bull.

Bursa Transfer Pembalap F1 Musim 2024 dan 2025

Musim 2024 ini akan jadi seru. Pembalap sudah mulai ancang-ancang untuk mencari kursi di musim 2025. Saga Hamilton akan mempengaruhi ketersediaan kursi pembalap di tahun depan, mengingat banyak pembalap yang akan habis kontrak di F1 akhir musim 2024. Mercedez sebagai tim pertama yang membutuhkan pembalap di tahun 2025 sudah banyak bergerak mencari pembalap pengganti Hamilton.
Diyakini Mercedez akan mempromosikan Andrea Kimi Antonelli lebih cepat ke F1. Wonderkid akademi Mercedez ini baru akan menjalani musim debutnya di F2 musim ini setelah hasil-hasil fenomenal ia raih di tingkat F4. Jika Antonelli berhasil meraih juara F2, Mercedez bisa langsung mempromosikannya langsung ke tim. Namun hal ini terlalu berisiko jika Mercedez ingin kompetitif mengejar juara konstruktor. Alternatif yang bisa dilakukan ialah memboyong Antonelli  tim William untuk adaptasi dan memberikan kursi kosong ke pembalap senior. Fernando Alonso dan Sergio Perez diyakini sudah didekati oleh Toto Wolff untuk mengisi kursi dengan kontrak jangka pendek.

Sainz yang sudah pasti didepak oleh Ferrari di F1 musim 2025 juga menjadi incaran beberapa tim. Sainz sebenarnya diyakini akan mengincar kursi tim Audi di tahun 2026 mengingat relasi dekat ayahnya Sainz Senior dengan Audi di ajang rally. Untuk musim 2025 Red Bull diyakini mendekati Sainz sebagai pengganti Sergio Perez yang kemungkinan juga tidak diperpanjang kontraknya oleh Red Bull. Alexander Albon juga dikabarkan akan menjadi pembalap Red Bull musim 2026 nanti mengingat Albon mengalami peningkatan performa sejak dipermanenkan oleh William.

Team Principal Jadi Sorotan

Selain kepindahan Hamilton, berita dari team principal juga memanas. Dimulai dari dipecatnya Guenther Steiner, team principal Tim Haas oleh Gene Haas, sang pemilik tim di awal F1 musim 2024. Steiner dirasa tidak bisa mengembalikan Tim Haas bersaing di papan tengah. Pemecatan ini banyak menimbulkan reaksi yang beragam, ada yang setuju, ada yang tidak. Setuju karena Haas memerlukan penyegaran dari sisi manajemen di tim yang memang tidak ada peningkatan kapasitas teknis. Tidak setuju karena banyak yang percaya bahwa segala performa buruk tim memang bersumber dari Gene Haas itu sendiri yang tidak total dalam menginvestasikan dananya di F1. Padahal untuk dapat kompetitif di F1, investasi yang besar adalah salah satu faktornya.

Yang tak kalah heboh adalah dugaan “perilaku tidak pantas” yang dilakukan oleh Christian Horner, team principal Red Bull. Menurut Telegraf hal ini bermula dari laporan dari seorang karyawan kepada Red Bull pusat. Ia mengaku bahwa Horner menerapkan perilaku kepemimpinan yang otoriter dan “perilaku tidak pantas”. Tim Red Bull terkesan menutup-nutupi perilaku menyimpang tersebut. Red Bull pusat segera memberikan pernyataan bahwa mereka akan menjalankan investigasi.  Horner memberikan klarifikasi bahwa ia tidak pernah melakukan hal tertuduh tersebut namun akan menghormati proses investigasi yang ada.

Musim 2024 adalah musim yang seru untuk diikuti. Segala drama dan politik yang ada nampaknya akan menjadi bumbu utama di luar balapan. Masih digdayanya Red Bull memang akan membuat balapan kembali menjadi monoton. Namun we all love drama. And it’s time to see it.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *