Game (GIM) merupakan salah satu sub sektor ekonomi kreatif yang di prediksi kedepannya memiliki potensi sangat luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Industri gim Indonesia tentunya memiliki potensi dan perlu di awasi.
Berdasarkan data-data yang diperoleh, ketika pandemi industri gim menunjukan tren peningkatan yang tentunya tidak dapat dipandang sebelah mata. Potensi yang dimiliki sangat besar dibandingkan berbagai sektor lain yang cenderung turun.
Berdasarkan data Newzoo (2021), pada tahun 2020 penerimaan industri gim dari Indonesia mencapai USD 1,74 miliar atau setara Rp25 triliun. Pada tahun 2025, pasar gim di Indonesia diperkirakan mencapai USD 2,5 miliar atau setara Rp 36 triliun.
Data lainnya diperoleh dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (KEMKOMINFO) tahun 2022, jumlah pemain gim di Indonesia pada tahun 2021 mencapai 174,1 juta orang dan diperkirakan akan terus meningkat mencapai 192,1 juta pada tahun 2025. Jumlah pemain gim di Indonesia merupakan yang terbesar di Asia Tenggara, yaitu mencapai 43 persen pada tahun 2022.
Industri Gim di China
Ahmed Agung Faisal dan Supriyadi dalam artikelnya yang berjudul China’s Gaming Industry Policies in 2000-2014 menyatakan bahwa selain pemimpin industri gim besar seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan, China juga membangun basis yang kuat untuk pengembangan gim di negaranya.
Menurut data yang dirilis China Games Industry Report tahun 2012, yang kemudian dilaporkan oleh TechWeb, Gim online untuk komputer menyumbang 90% dari total pendapatan, jika di kalkulasi sekitar
9,1 miliar US$ (Ong, 2013).
Cina saat ini menjadi salah satu produsen industri gim global dengan peningkatan volume yang signifikan pendapatannya dari tahun ke tahun.
Hal tersebut dikarenakan Industri gim di China mulai dari basis pasar domestik, perusahaan pengembang gim lokal, dan peran intensif pemerintah melalui berbagai kebijakan China terkait dengan industri gim.
Industri gim berpotensi terhadap SDM yang besar, adanya peran langsung dari pemerintah China yang mengatur beberapa kebijakan terkait industri gim menjadi faktor yang mendukung berkembanganya industri gim di China.
Kebijakan Pemerintah China
Kebijakan yang dilakukan pemerintah China di negaranya yakni: Kebijakan pelarangan impor konsol; Penerapan kebijakan restriktif atas perusahaan maupun produk gim online asing yang masuk ke pasar China; dan Pemberian subsidi terhadap perusahaan game lokal China.
Intinya pemerintah China memiliki peraturan perundang-undangan yang ketat tentang gim. Pemerintah China mengontrol konten gim yang tersedia di negara tersebut melalui sistem pengaturan yang dikenal sebagai “sistem pengawasan permainan” atau “sistem pengaturan permainan”.
Peraturan ini mencakup persyaratan untuk mendapatkan lisensi untuk mengeluarkan atau menyebarkan gim di China, serta pengawasan atas konten gim yang dianggap tidak sesuai dengan norma-norma moral atau yang dianggap dapat merusak pembentukan karakter anak-anak.
Industri Gim di Indonesia
Dalam hal pengelolaan industri gim, Indonesia dapat belajar dari China. Dimana Indonesia memiliki potensi pasar yang terus tumbuh namun sayang sifatnya masih sangat terbuka, sehingga sangat mudah dimasuki oleh distributor dan pengembang dari luar/asing.
Itu sebabnya perusahaan aplikasi dan gim Indonesia kalah bersaing dengan perusahaan asing dan tidak memiliki perlindungan hukum yang jelas.
Meskipun gim online saat ini kian pesat berkembang seiring dengan perkembangan dan kemajuan teknologi, sayangnya pendidikan formal dan nonformal mengenai desain gim masih sangat kurang.
Namun demikian bukan berarti tidak ada sama sekali. Beberapa lembaga pendidikan yang menyediakan progam studi gim development untuk pengembangan kapasitas dan talenta gim diantaranya Universitas Binus, ITB, dan Universitas Multimedia Nusantara.
Di Indonesia, industri gim dikelola oleh berbagai lembaga, termasuk pemerintah, asosiasi, dan perusahaan swasta. KEMKOMINFO adalah lembaga pemerintah yang bertanggung jawab untuk mengelola dan mengembangkan industri gim di Indonesia.
Untuk meningkatkan kualitas gim Indonesia dan meningkatkan ekspor gim KEMKOMINFO bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan gim, asosiasi, dan universitas.
Beberapa perusahaan gim terkenal milik anak bangsa di Indonesia seperti TouchTen, Toge Productions, dan Agate Studio yang mengembangkan dan memproduksi gim untuk pasar domestik dan internasional masih perlu dukungan pemerintah.

Jadi dalam hal ini pemerintah perlu segera membangun tata kelola gim dengan baik dan membuat aturan yang jelas, karena industri gim merupakan potensi besar bagi pertumbuhan ekonomi dan juga membuka lapangan pekerjaan baru di Indonesia.
Di samping potensi positif tersebut, pemerintah juga perlu mengawasi terkait dampak negatif dari dampak gim itu sendiri terhadap masyarakat khususnya bagi generasi muda.
Sumber:
Jumlah Pecandu Game Online di Indonesia Diduga Tertinggi di Asia
Ahmed Agung Faisal dan Supriyadi, China’s Gaming Industry Policies in 2000-2014









