Sebuah Langkah Nyata
Mahasiswa UNPAM hadir dengan langkah nyata dalam memerangi bahaya media sosial yang kian mengancam generasi muda. Di balik layar yang selalu menyala, tersimpan ancaman yang kerap luput dari perhatian remaja. Ancaman itu adalah kekerasan seksual yang mengintai diam-diam di ruang digital. Media sosial, yang kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian remaja, ternyata menyimpan sisi gelap yang dapat membahayakan siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. Menyadari bahaya media sosial inilah, Kelompok 4 PKM Fakultas Hukum Universitas Pamulang (UNPAM) turun langsung ke SMK Letris Indonesia 2 untuk membekali para siswa dengan pengetahuan dan kesadaran yang mereka butuhkan guna melindungi diri di tengah derasnya arus digitalisasi.

Kelompok 4 PKM Fakultas Hukum kelas 06Huke012 Universitas Pamulang (UNPAM) menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di SMK Letris Indonesia 2 dengan mengangkat tema “Pengaruh Media Sosial terhadap Kerentanan Kekerasan Seksual pada Remaja.”
Baca juga: Lawan Bullying, Mahasiswa UNPAM Edukasi Siswa SMAN 1 Gunung Sindur
Meningkatkan Kesadaran dan Pemahaman Remaja
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman remaja mengenai dampak penggunaan media sosial di era digital yang semakin berkembang pesat.
Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, para siswa diberikan edukasi mengenai pentingnya menggunakan media sosial secara bijak, aman, dan bertanggung jawab. Materi yang disampaikan membahas pengaruh media sosial terhadap perilaku remaja, risiko penyalahgunaan media sosial, serta berbagai bentuk kekerasan seksual yang dapat terjadi melalui platform digital.

Selain itu, siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga privasi di media sosial, berhati-hati dalam membagikan informasi pribadi, serta cara mengenali dan mencegah tindakan kekerasan seksual di dunia digital. Sosialisasi ini juga mengajak para remaja untuk lebih bijak dalam berinteraksi di media sosial dan berani melapor apabila menemukan tindakan yang merugikan atau membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Antusiasme Peserta
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi penyampaian materi, diskusi, dan tanya jawab bersama para siswa. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Dengan adanya kegiatan edukasi bahaya kekerasan seksual ini, diharapkan para siswa dapat meningkatkan kesadaran dalam menggunakan media sosial secara sehat dan mampu melindungi diri dari berbagai risiko kekerasan seksual di lingkungan digital.






