News  

Fenomena Banjir Global: Faktor-Faktor Penyebab dan Dampaknya

Banjir telah menjadi salah satu bencana alam yang paling meresahkan masyarakat.

Untung Sudrajad
Ilustrasi Banjir (foto: Copilot Bing AI)
Ilustrasi Banjir (foto: Copilot Bing AI)

 

Fenomena Banjir Global: Faktor-Faktor Penyebab dan Dampaknya – Lagi-lagi banjir. Yap, fenomena alam yang semakin sering terjadi di berbagai belahan dunia, tidak hanya menyebabkan kerusakan properti dan infrastruktur, tetapi juga mengancam kehidupan manusia.

Baik di Indonesia maupun di negara-negara Arab, banjir telah menjadi salah satu bencana alam yang paling meresahkan masyarakat.

Dengan meningkatnya intensitas dan frekuensi kejadian banjir, pertanyaan yang menggelitik banyak kalangan adalah mengapa banjir semakin sering terjadi?

Apa Itu Banjir?

Banjir adalah kondisi di mana air meluap atau mengalir melampaui kapasitas normal sungai, danau, atau badan air lainnya, sehingga menggenangi daerah sekitarnya.

Fenomena ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti hujan lebat, mencairnya es atau salju, kegagalan sistem drainase, atau kombinasi dari faktor-faktor tersebut.

Banjir merupakan peristiwa alam yang dapat terjadi secara tiba-tiba dan mengakibatkan kerugian yang signifikan bagi masyarakat.

Baca juga: Apa Perbedaan El Nino dan La Nina?

Apa Penyebab Banjir?

Terdapat beberapa penyebab utama terjadinya banjir, di antaranya:

1. Curah hujan yang tinggi dan berkepanjangan

Hujan lebat yang terjadi dalam waktu yang lama dapat menyebabkan sistem drainase tidak mampu menampung volume air yang besar, sehingga air meluap dan menggenangi daerah sekitarnya.

2. Pembuangan sampah sembarangan yang menyumbat saluran air

Kebiasaan buruk membuang sampah ke sungai atau saluran air dapat menyebabkan penyumbatan, sehingga air tidak dapat mengalir dengan lancar dan akhirnya meluap.

3. Alih fungsi lahan yang tidak terkendali

Pembangunan yang tidak terkendali, seperti pengurangan lahan hijau dan pembangunan di daerah resapan air, dapat mengurangi kemampuan tanah untuk menyerap air hujan, sehingga meningkatkan risiko banjir.

4. Kerusakan infrastruktur drainase dan pengendalian banjir

Kurangnya pemeliharaan dan perawatan sistem drainase dan infrastruktur pengendalian banjir dapat menyebabkan kegagalan fungsi, sehingga tidak dapat menangani volume air yang besar saat hujan lebat.

5. Perubahan iklim dan pemanasan global

Pemanasan global dan perubahan iklim dapat menyebabkan peningkatan curah hujan ekstrem dan mencairnya es di kutub, yang pada gilirannya dapat meningkatkan risiko banjir.

Dampak Dari Banjir

Banjir dapat memberikan dampak yang signifikan, baik secara langsung maupun tidak langsung, terhadap kehidupan manusia dan lingkungan sekitarnya.

Beberapa dampak utama dari banjir antara lain:

1. Kerusakan properti dan infrastruktur

Air banjir dapat merusak rumah, gedung, jalan, jembatan, dan infrastruktur lainnya, mengakibatkan kerugian material yang besar.

2. Gangguan aktivitas ekonomi dan sosial

Banjir dapat mengganggu aktivitas ekonomi, seperti perdagangan dan industri, serta aktivitas sosial masyarakat, seperti pendidikan dan layanan publik.

3. Penyebaran penyakit dan masalah Kesehatan

Air banjir yang tercemar dapat menjadi media penyebaran penyakit, seperti diare, kolera, dan penyakit kulit.

Selain itu, kondisi pasca banjir juga dapat menyebabkan masalah kesehatan lainnya, seperti penyakit pernapasan dan masalah mental.

4. Kerusakan lingkungan dan ekosistem

Banjir dapat merusak ekosistem alami, seperti hutan, lahan pertanian, dan habitat satwa liar, serta menyebabkan pencemaran lingkungan.

5. Trauma psikologis bagi korban banjir

Pengalaman traumatis akibat banjir dapat menyebabkan masalah kesehatan mental, seperti stres pasca-trauma, depresi, dan kecemasan.

Mengapa Hujan Lebat Mengakibatkan Banjir?

Hujan lebat merupakan salah satu penyebab utama terjadinya banjir.
Ketika curah hujan melebihi kapasitas sistem drainase yang ada, air akan meluap dan menggenangi daerah sekitarnya.

Faktor-faktor seperti peningkatan urbanisasi, kurangnya vegetasi, dan perubahan iklim dapat berkontribusi terhadap meningkatnya intensitas dan frekuensi hujan lebat.

Urbanisasi yang tidak terkendali dapat menyebabkan berkurangnya lahan hijau dan peningkatan daerah tertutup, seperti bangunan dan jalan.

Hal ini dapat mengurangi kemampuan tanah untuk menyerap air hujan, sehingga air akan mengalir ke sungai atau saluran air dalam jumlah besar.

Selain itu, kurangnya vegetasi juga dapat menyebabkan erosi dan sedimentasi di sungai, sehingga mengurangi kapasitas sungai untuk menampung air hujan.

Perubahan iklim dan pemanasan global juga telah menyebabkan perubahan pola curah hujan.

Suhu udara yang lebih tinggi dapat meningkatkan penguapan dan kadar uap air di atmosfer, yang pada gilirannya dapat menyebabkan hujan lebat yang ekstrem.

Selain itu, pencairan es di kutub dan kenaikan permukaan laut juga dapat meningkatkan risiko banjir di daerah pesisir.

Cara Melindungi Diri Saat Banjir

Ketika banjir terjadi, penting untuk mengambil tindakan pencegahan dan melindungi diri.

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil:

1. Mengikuti arahan dan informasi dari pihak berwenang

Penting untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang, seperti pemerintah daerah atau badan penanganan bencana, untuk mengetahui situasi terkini dan tindakan yang harus diambil.

2. Mengevakuasi diri ke tempat yang lebih tinggi dan aman

Jika daerah tempat tinggal terancam banjir, segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dan aman, seperti gedung bertingkat atau tempat pengungsian yang telah disiapkan.

3. Menyiapkan perlengkapan darurat seperti makanan, air bersih, dan obat-obatan

Pastikan untuk menyiapkan persediaan makanan, air bersih, obat-obatan, dan perlengkapan lainnya yang dibutuhkan selama masa pengungsian.
Hal ini akan membantu kita bertahan dalam kondisi darurat.

4. Mematikan aliran listrik dan gas untuk menghindari kebakaran atau ledakan

Sebelum meninggalkan rumah, pastikan untuk mematikan aliran listrik dan gas untuk mencegah terjadinya kebakaran atau ledakan yang dapat membahayakan jiwa.

5. Menghindari daerah banjir yang dalam dan berarus deras

Jangan berenang atau memasuki daerah banjir yang dalam dan berarus deras, karena hal ini dapat membahayakan nyawa kita.

Jika terpaksa harus melewati daerah banjir, gunakan pelampung atau alat bantu lainnya untuk keselamatan.

Mengapa Banjir Semakin Sering Terjadi?

Peningkatan frekuensi dan intensitas banjir dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

1. Perubahan iklim dan pemanasan global

Pemanasan global yang disebabkan oleh peningkatan emisi gas rumah kaca telah menyebabkan perubahan pola cuaca dan iklim di seluruh dunia.

Hal ini dapat menyebabkan curah hujan yang lebih ekstrem dan meningkatkan risiko banjir.

2. Peningkatan urbanisasi dan alih fungsi lahan

Pertumbuhan penduduk dan urbanisasi yang tidak terkendali telah menyebabkan berkurangnya lahan hijau dan daerah resapan air.

Alih fungsi lahan menjadi daerah terbangun seperti bangunan dan jalan dapat mengurangi kemampuan tanah untuk menyerap air hujan, sehingga meningkatkan risiko banjir.

3. Kerusakan infrastruktur pengendalian banjir

Kurangnya pemeliharaan dan perawatan infrastruktur pengendalian banjir, seperti tanggul, bendungan, dan saluran air, dapat menyebabkan kegagalan fungsi dan meningkatkan risiko banjir.

4. Kurangnya upaya mitigasi dan adaptasi terhadap banjir

Kurangnya kesadaran dan upaya mitigasi serta adaptasi terhadap risiko banjir, seperti pengelolaan daerah aliran sungai, pembuatan sistem peringatan dini, dan perencanaan tata ruang yang tepat, dapat meningkatkan kerentanan masyarakat terhadap banjir.

Mengapa Suhu Panas Tinggi Mengakibatkan Curah Hujan Ekstrem?

Suhu panas yang tinggi dapat menyebabkan peningkatan penguapan air dari permukaan bumi dan lautan.

Uap air ini kemudian akan mengembun dan membentuk awan yang lebih besar dan lebih padat.

Ketika awan-awan ini mencapai titik jenuh, mereka akan melepaskan curah hujan yang ekstrem dan intens, yang dapat menyebabkan banjir di daerah-daerah tertentu.

Proses ini dikenal sebagai siklus hidrologi, di mana air menguap dari permukaan bumi, membentuk awan, dan kemudian jatuh kembali ke bumi dalam bentuk hujan atau salju.

Semakin tinggi suhu udara, semakin besar potensi penguapan air, sehingga awan-awan yang terbentuk akan lebih besar dan lebih padat dengan uap air.

Selain itu, pemanasan global juga dapat mempengaruhi pola sirkulasi udara di atmosfer, yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya curah hujan ekstrem di daerah-daerah tertentu.

Hal ini disebabkan oleh perubahan dalam pola angin, tekanan udara, dan distribusi panas di seluruh bumi.

Penutup

Banjir merupakan tantangan global yang semakin meningkat seiring dengan perubahan iklim dan pertumbuhan penduduk.

Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan upaya bersama dari pemerintah, masyarakat, dan semua pihak terkait.

Peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan mengurangi pemanasan global, penerapan sistem pengendalian banjir yang efektif, serta mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim menjadi kunci penting dalam meminimalisir risiko banjir di masa depan.

Dengan upaya yang terkoordinasi dan berkelanjutan, kita dapat melindungi nyawa dan harta benda dari ancaman banjir yang semakin sering terjadi, serta menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang.

Referensi

https://www.bbc.com/indonesia/articles/c511ljxpzewo

https://tribunkaltimwiki.tribunnews.com/2021/05/09/mengapa-banjir-di-indonesia-menjadi-lebih-sering-dan-semakin-parah

https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-56007558

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *