Gerakan Zero Waste : Memulai Gaya Hidup Berkelanjutan

Sebuah upaya untuk menyelamatkan bumi dengan mengurangi produksi sampah

Ressy Octaviani
Gerakan Zero Waste (foto: freepik.com)
Gerakan Zero Waste (foto: freepik.com)

 

Gerakan Zero Waste – Di era modern ini, kita semua menyadari bahwa sampah telah menjadi masalah global yang sangat serius. Setiap harinya, kita menghasilkan ton sampah yang mencemari lingkungan dan merusak ekosistem. Bahkan menurut data dari Bank Dunia pada tahun 2016 saja, diklaim bahwa terdapat 2,01 miliar ton sampah yang menumpuk di dunia.

Bahkan menurut Lembaga Keuangan Internasional itu, anggaran pengelolaan sampah di tiap negara bisa mencapai 20-50 persen dari total anggaran yang dikeluarkan untuk pembangunan. Semakin maju suatu negara, jumlah sampah yang dihasilkan akan semakin banyak karena sampah sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari eraindustri. 

Oleh karena itu, kita perlu memulai sebuah gerakan untuk mengubah cara kita dalam memandang sampah. Gerakan tersebut dinamakan Zero Waste Movement atau yang lebih dikenal dengan Gerakan Nol Sampah.

Dalam artikel ini, penulis akan membahas mengenai gerakan nol sampah dan bagaimana cara kita agar bisa mengadopsi gaya hidup berkelanjutan dengan mengurangi jumlah sampah yang kita hasilkan secara signifikan.

Apa itu Gerakan Nol Sampah?

Gerakan nol sampah atau zero waste merupakan sebuah gerakan yang bertujuan untuk meminimalkan sampah dan limbah yang kita hasilkan. Konsep utama dari gerakan ini adalah menghindari pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), dengan memprioritaskan tindakan-tindakan seperti pengurangan, daur ulang, dan penggunaan kembali.

Gerakan ini menekankan pada pengurangan penggunaan produk sekali pakai dan mengajarkan cara pengelolaan sampah yang lebih baik. 

Tujuan dari gerakan ini adalah menciptakan sebuah masyarakat yang lebih sadar akan dampak lingkungan dan berusaha mengurangi jejak karbon serta dampak negatif lainnya.

 

Mengapa Gerakan Zero Waste Penting?

Berikut ada beberapa alasan pentingnya memulai gerakan nol sampah, antara lain:

Pertama

Setiap hari kita menghasilkan jumlah sampah yang luar biasa, terutama sampah plastik yang sulit terurai dengan sendirinya. Sampah plastik dapat merusak lingkungan dan ekosistem secara luas. Namun dengan memulai gerakan nol sampah, kita dapat mengurangi jumlah sampah yang kita hasilkan dan mencegah dampak negatifnya terhadap alam.

Kedua

Gerakan nol sampah juga berkontribusi pada perlindungan Sumber Daya Alam (SDA)  yang terbatas. Banyak bahan baku yang digunakan dalam produksi barang konsumen berasal dari sumber daya alam, seperti minyak bumi dan logam. Dengan meminimalkan limbah dan memaksimalkan penggunaan kembali dan daur ulang, kita dapat mengurangi kebutuhan akan sumber daya baru, sehingga menjaga keberlanjutan dan ketersediaan sumber daya alam untuk generasi mendatang.

Ketiga

Gerakan zero waste juga memiliki potensi ekonomi yang signifikan. Dengan mengadopsi praktik seperti pengurangan, penggunaan kembali, dan daur ulang, kita dapat menciptakan lapangan kerja baru dalam sektor daur ulang sehingga dapat mengurangi biaya pembuangan sampah. Ini berarti bahwa gerakan ini tidak hanya membawa manfaat lingkungan, namun juga memberikan peluang ekonomi yang berkelanjutan.

Prinsip-Prinsip Zero Waste

Jika kita ingin memulai gaya hidup berkelanjutan melalui gerakan nol sampah, tentu kita perlu mengetahui apa saja prinsip-prinsip yang menjadi fondasi dari gerakan ini. 

Prinsip Pertama : Refuse atau Menolak

Kita harus aktif menolak menggunakan barang-barang sekali pakai dan produk yang dapat menghasilkan limbah berlebih. Dengan menolak barang-barang yang tidak kita perlukan, tentu tujuan kita untuk mengurangi sumber sampah sudah tercapai sejak awal.

Contoh : Kita dapat menolak kantong plastik dari toko dengan membawa tas belanjaan sendiri, dan menolak ketika ada yang menawarkan produk yang tidak bermanfaat atau dapat merusak lingkungan. 

Prinsip Kedua : Reduce atau Mengurangi

Kita harus mengurangi penggunaan barang atau bahan yang tidak ramah lingkungan. Prinsip ini hampir sama dengan Refuse, sama-sama termasuk upaya preventif atau pencegahan sejak awal agar sampah tidak dihasilkan. Dalam prinsip reduce, lebih ditekankan dalam mengurangi kuantitasnya.

Contoh : Ketika sedang berbelanja di minimarket hindari banyak membeli produk dengan kemasan sachet karena berpotensi akan menghasilkan sampah lebih banyak.

Prinsip Ketiga : Reuse atau Menggunakan Kembali

Dengan cara menggunakan kembali barang-barang yang masih bisa berfungsi dengan baik, daripada membeli yang baru. Mungkin prinsip ini yang sudah banyak diterapkan di tengah masyarakat.

Contoh : Selalu membawa tumblr sendiri dari rumah sebagai tempat minum, agar ketika air minum yang dibawa habis, tumblr bisa diisi kembali dengan hanya membeli airnya saja tanpa cup plastik.

Prinsip Keempat : Recycle atau Mendaur Ulang

Ini adalah proses mengubah limbah menjadi bahan yang dapat digunakan kembali. Karena sampah tidak dapat dihindari, daur ulang merupakan prinsip yang sangat efektif untuk mengurangi jumlah sampah yang pergi ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Prinsip ini adalah usaha yang seharusnya dilakukan setelah kita melakukan usaha refuse, reduce, dan reuse.

Langkah pertama yang dapat dilakukan dalam prinsip daur ulang adalah memisahkan sampah sesuai dengan jenisnya, yaitu organik dan anorganik. Selanjutnya, menbersihkan sampah yang akan didaur ulang, terakhir membuat apa saja agar sampah tersebut dapat bernilai ekonomis.

Contoh : Membuat kerajinan tangan dari bekas plastik kemasan, atau bisa juga membuat sesuatu yang bisa dipakai dan berfungsi seperti dompet koin yang dibuat dari bungkus kopi yang dijahit.

Prinsip Kelima : Rot atau Mengompos

Prinsip ini dilakukan dengan cara mengomposkan sampah organik, seperti sisa makanan dan daun kering. Tujuannya adalah untuk menghasilkan pupuk alami. Dengan mengompos kita dapat mengurangi limbah organik yang masuk ke tempat pembuangan akhir, sekaligus menghasilkan pupuk yang berguna bagi tanaman.

Itulah prinsip-prinsip dari gerakan atau gaya hidup zero waste. Dengan mengenal dan menerapkan kelima prinsip tersebut, kita dapat berkontribusi mengurangi dampak negatif sampah.

Manfaat Gerakan Zero Waste

Gerakan zero waste atau gerakan nol sampah dapat memberikan manfaat yang baik bagi individu maupun lingkungan. Antara lain :

Manfaat Lingkungan

Mengurangi limbah sampah yang dihasilkan,

Membantu mengurangi konsumsi Sumber Daya Alam yang berlebihan (mengurangi permintaan terhadap bahan mentah dan energi yang digunakan dalam proses produksi),

Mengurangi polusi udara dan air yang dihasilkan dari kegiatan industri.

Manfaat Ekonomi 

Dengan mengurangi pembelian produk yang tidak diperlukan, kita dapat menghemat uang dan terhindar dari pemborosan.

Hasil dari daur ulang sampah yang kita terapkan dalam prinsip recycle kita dapat menjual hasil barang yang kita buat.

Manfaat Kesehatan

Dengan menghindari penggunaan bahan kimia terutama plastik dalam kebutuhan kita sehari-hari, tentu kita dapat menjaga kesehatan dan hidup lebih berkualitas.

Dengan mengurangi limbah dan polusi kita juga berkontribusi pada kesehatan masyarakat luas. 

Cara Memulai Gerakan Zero Waste di Rumah

Memulai gerakan zero waste di rumah merupakan langkah awal untuk menciptakan gaya hidup berkelanjutan.

Pertama

Mulailah memisahkan tempat sampah organik dan anorganik, mencari cara lewat internet pembuatan kompos dari sampah organik yang bisa digunakan untuk tanaman hias di rumah. Sedangkan sampah anorganik, seperti botol plastik bisa dikumpulkan untuk dijual ke pengepul atau digunakan menjadi pot bunga.

Kedua

Memakai alat makan dan minum dari bahan yang ramah lingkungan, seperti stainless steel. Membiasakan membawa totebag untuk berbelanja, dan membawa wadah sendiri saat membeli makanan di luar.

Ketiga

Menggunakan produk yang ramah lingkungan seperti sabun cuci yang dapat diisi ulang, hingga membeli skincare yang refillable. 

Kesimpulan

Gerakan zero waste menjadi sebuah langkah konkret untuk mewujudkan masyarakat yang ramah lingkungan. Sekarang kita hidup di era yang sudah semakin sadar akan dampak negatif sampah terhadap bumi, gerakan ini telah menjadi tren di berbagai belahan dunia. Dengan mengadopsi dan menerapkan prinsip-prinsip dasar zero waste, diharapkan akan mendorong kita untuk mengubah gaya hidup menuju berkelanjutan.

Mengurangi pengurangan sampah, gerakan zero waste mengajarkan kita untuk lebih bijaksana dalam mengonsumsi barang dan menghindari penggunaan bahan yang sulit terurai. Dalam tujuannya, gerakan zero waste memberikan kita sebuah tantangan untuk memulai gaya hidup dengan lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Referensi

https://www.gramedia.com/best-seller/zero-waste/

https://zerowaste.id/zero-waste-for-beginners/what-is-zero-waste-anyway/

https://enesis.com/id/artikel/zero-waste-lifestyle-adalah/#:~:text=Refuse%20(Menolak),dan%20membawa%20tas%20belanja%20sendiri.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *