Cinta Kasih Orang Tua pada Tumbuh Kembang Buah Hati

Oleh: Idzni Azyyati Irawan, S. Psi.

admin
Cinta Kasih Orang Tua
Cinta Kasih Orang Tua (Foto: freepik.com)

Cinta Kasih Orang Tua pada Tumbuh Kembang Buah Hati. Anak merupakan amanah dari Allah SWT. Setiap individu yang sudah menikah pasti menginginkan keturunan untuk melengkapi sebuah kebahagiaan dalam bahtera rumah tangga. Ketika sudah memiliki keturunan kedua individu yang sudah mendapat sebutan orang tuapun sangat lah bahagia.

Namun, kebahagiaan itu diikuti oleh banyak nya tuntutan di masyarakat tentang bagaimana menjadi orang tua yang baik. Salah satu indikatornya adalah tumbuh kembang anak.

***

Setiap orang tua pasti menginginkan tumbuh kembang anaknya sesuai dengan fitrahnya. Seorang ibu yang mayoritas lebih banyak waktu dengan anak pun paling intens memperhatikan tumbuh kembang anaknya.

Setiap hari menjalani rutinitas sebagai ibu tidak lah mudah. Banyak sekali kelelahan, kesedihan, kegundahan, keputus asaan, hingga berujung ibu merasa tidak bahagia atas perannya.

Padahal kebahagiaan seorang ibu sangatlah penting untuk tumbuh kembang anaknya, dimana jiwa ibu itu bagaikan lentera untuk anaknya. Saat ibunya bahagia anaknya pun akan bahagia.

***

Peran ibu maupun ayah dalam hal kebahagiaan seorang anak sangatlah berkesinambungan sehingga dalam konteks parenting sering disebut dengan istilah Teori Volume Cinta si Balita. Teori ini menjelaskan bahwa pusat harapan si balita di Usia 0 sampai menikah adalah rasa aman (security) dengan bersandar pada:

  1. Memiliki Perasaan ingin dicintai tanpa sarat.
  2. Memiliki perasaan Ingin selalu dihargai tanpa jasa.
  3. Memiliki perasaan ingin diterima tanpa dicela.

Sehingga seorang anak pada masa ini, sangatlah butuh keharmonisan antara hubungan kedua orang tua, yang dimaksud yakni keharmonisan yang hakiki bukanlah keharmonisan yang manipulatif hanya agarΒ  hubungannya terlihat baik-baik saja dihadap si buah hati.

***

Seringkali yang terjadi di masyarakat membangun Kebahagiaan yang didasari atas nama pengorbanan agar anak tidak menjadi korban perceraian.

Padahal hal itu akan menjadi bom waktu bagi jiwa anak-anak itu sendiri, bahkan secara tidak langsung orang tua yang demikian telah menghancurkan masa depan seorang anak. Karena, yang dilakukan oleh orang tua tersebut adalah memanifestasikan kebohongan yang mengatas namakan kebahagiaan.

Sehingga anak akan terkena Inner child yang buruk terhadap pengalaman hidup berumah tangga. Hal ini yang sering tidak disadari bahwa rumah tangga anak hancur itu karna dampak dari manipulasi kebahagiaan yang orang tuanya tunjukkan dihadapan anaknya.

***

Sikap kita sebagai orang tua terhadap permasalahan yang sering terjadi di kalangan masyarakat tersebut haruslah mampu memberikan kebahagiaan yang hakiki dengan cara mempertahankan pernikahan dan memperbaiki satu sama lain dengan ilmu pengetahuan yang relevan agar dapat memberikan kesejukan dalam menyelesaikan suatu permasalahan rumah tangga.

Berkaitan dengan Teori Volume Cinta si buah hati. Ada dua Volume Cinta pada Anak yang hanya bisa diisi oleh Ayah dan Ibu, yaitu:

  1. Volume cinta Ayah untuk anak.
  2. Volume cinta Ibu untuk anak.

***

Jika volume cinta tersebut tidak terpenuhi maka anak-akan mencari sumber cinta dari selain Ayah dan Ibunya. Fenomena seperti itu akan sangat fatal jika terjadi kepada seorang anak baik itu anak perempuan ataupun laki-laki, kaerena tidak semua orang bisa memberikan apa yang anak kita inginkan seperti layaknya orang tua.

Banyak hal perzinahan dan cinta terlarang yg terjadi dimasa remaja, para generasi muda, karena kosongnya volume cinta Anak dari Ayah dan Ibunya.

Saat Volume Cinta anak terpenuhi makan jiwa anak akan merasa Aman, dicintai, diterima dan dihargai. Perilaku anak-akan akan baik, tenang, manis, damai dan bahagia.

Namun sebaliknya saat volume cinta anak kosong atau tidak terpenuhi maka anak akan gelisah dan merasa tidak aman. Perilaku anak akan lebih manja dan selalu membuat ulah untuk mencuri perhatian orang tua dengan cara apapun.

***

Oleh karena itu, ada 5 langkah untuk dapat mengisi Volume Cinta si buah hati, diantaranya:

  1. Waktu bersama anak harus berkualitas.
  2. Menyanjung anak dengan kata-kata positif, pujian dan dukungan.
  3. Memberi sentuhan fisik (peluk dan cium).
  4. Memberikan Pelayanan sewajarnya dengan motif melatih daya juang si balita.
  5. Memberikan Hadiah sebagai bentuk validasi atas prestasi yang telah diperoleh dengan mengutamakan pemberian hadiah yang bersifat edukatif.

Lima langkah sederhana yang serat akan makna ini, Insyaallah dapat memberikan solusi yang tepat untuk para orang tua dalam menyikapi dan mendampingi masa tumbuh kembang sibuah hati dari masa ke masa.

Baca juga:

Kasus Penculikan Kian Meresahkan, Lakukan 4 Hal Ini Untuk Menjaga Anak Kita

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *