Swiftonomics : Dongkrak Ekonomi Negara Lewat Konser Taylor Swift

Ressy Octaviani
pinteres.com
pinteres.com

Swiftonomics – Siapa yang tidak mengenal Taylor Swift? Penyanyi sekaligus penulis lagu ternama berkebangsaan Amerika Serikat, yang selalu mengundang tren positif. Tren yang tidak hanya ramai di kalangan para swiftie (sebutan untuk fansnya), namun juga sering menjadi pembicaraan banyak orang. Deretan lagu-lagu hits yang sering merajai playlist di berbagai platform musik seolah menjadi hal biasa, tak heran jika dirinya mendapat banyak penghargaan besar selama berkarier. Bahkan Taylor berhasil mencetak sejarah kemenangan Album of the Year terbanyak di Grammy Awards mengalahkan dua penyanyi legendaris, Frank Sinatra dan Stevie Wonder.

Baca juga: 3 Faktor Kenapa Lagu Dewa 19 Banyak Digemari Oleh Milenial dan Gen Z

The Eras Tour : Tur Terlaris Sepanjang Masa

Selain pengaruh positifnya bagi para fans melalui lirik-lirik lagu yang ia ciptakan, serta sejumlah prestasi yang telah didapatkannya di industri musik Amerika dan global selama ini. Kini, Taylor juga berpengaruh besar dalam meningkatnya perekonomian negara asalnya, hingga negara tujuan turnya dalam “The Eras Tour”.

The Eras Tour, sebuah tur dunia dari Taylor Swift yang tengah berlangsung saat ini. Superstar Amerika tersebut menggambarkan tur ini sebagai perjalanan menuju semua “era” musiknya yang telah diciptakan selama 18 tahun berkarier. The Eras Tour tercatat sebagai tur terbesarnya dengan 151 pertunjukan di 5 benua dunia.

Berhasil mencetak sejarah dunia, sebagai konser dunia terlaris sepanjang masa mengalahkan Beyonce, The Rolling Stone, dan U2. Konser yang dimulai pada tanggal 17 Maret 2023 lalu dan akan berakhir pada Desember 2024 mendatang itu, telah berhasil memecahkan berbagai rekor.

Rekor-rekor tersebut antara lain :

  1. Tur nomor 1 terlaris sepanjang masa
  2. Tur pertama yang berhasil melewati 1 miliar dollar.
  3. Tur dengan pendapatan kotor tertinggi
  4. Film musik terlaris sepanjang masa

Swiftonomics

Kesuksesan The Eras Tour telah menciptakan sebuah fenomena baru dalam sektor ekonomi kreatif yang dinamakan “Swiftonomics”. Pengaruh konser Taylor Swift yang telah terbukti mampu mendongkrak perekonomian lokal AS. Berdasarkan survey yang dilakukan oleh QuestionPro, Taylor mampu menghasilkan lebih dari USD 2,2 miliar atau setara Rp. 33.6 triliun dari hasil penjualan tiket di Amerika Utara. Rata-rata jumlah penontonnya per malam yaitu sebanyak 72.459 orang, dengan harga per tiket Rp. 6.9 juta saat pre-sale.

Tentu hal ini menjadi keuntungan tersendiri bagi Amerika di tengah ancaman resesi 2024 dan kondisi perekonomiannya sedang dalam masa terpuruk. Konser Taylor Swift memberikan dampak besar bagi beberapa pihak, terutama dalam industri pariwisata dan perekonomian negara. Telah berhasil menarik banyak wisatawan, meningkatkan pendapatan hotel, restoran, dan sektor wisata lainnya. Selain itu, The Eras Tour juga berpengaruh dalam meningkatkan pendapatan masyarakat lokal dari kota yang disinggahinya.

Tercatat selama konser berlangsung, puluhan ribu swifties telah menghabiskan sekitar USD 291,62 setara dengan Rp. 4.4 juta untuk kostum, USD 214,8 (Rp. 3.2 juta) untuk pembelian merchandise, dan USD 131,48 (Rp. 2 juta) untuk konsumsi. Bahkan, Badan Pariwisata Chicago melaporkan ada sekitar 44.000 kamar hotel yang dipesan tiap malam selama konser. 

Menarik Perhatian

Kesuksesan dan dampak besar yang berhasil ditorehkan oleh The Eras Tour, tampaknya menarik perhatian beberapa negara, terutama Asia. Di Indonesia, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, terang-terangan menyebutkan bahwa Indonesia membutuhkan Taylor Swift untuk dongkrak pariwisata. Menurutnya, Indonesia seharusnya mengikuti langkah Singapura dan Australia membawa konser Taylor Swift ke negara mereka.

Sayangnya, keinginan Sandiaga nampaknya tak berbuah manis, pasalnya Taylor Swift batal untuk menampilkan The Eras Tour di Jakarta karena regulasi yang terlalu berbelit. Hanya Singapura menjadi negara Asean satu-satunya yang menggelar konser tersebut dan diprediksi akan mendapat keuntungan fantastis. 

Keuntungan The Eras Tour Singapura

Menjadi satu-satunya negara Asia Tenggara yang menggelar The Eras Tour, membuat Singapura mendapat keuntungan besar. Konser yang berlangsung di National Stadium Singapura dari tanggal 2-9 Maret 2024 lalu itu telah sukses diselenggarakan. Singapura sangat diuntungkan, tak heran karena penonton yang hadir banyak dari wisatawan negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Indonesia. Hal ini berhasil memberikan kesuksesan terhadap konser yang berlangsung selama 6 hari tersebut bahkan mengalahkan Melbourne dan Tokyo.

The Eras Tour Singapura yang telah berhasil menjual 300.000 tiket untuk 6 hari konser itu, diperkirakan menambah sekitar 300-400 juta dollar, atau 0,2 poin atau 0,85%  PDB terhadap perekonomian Singapura. Sedangkan,  keuntungan kotornya diperkirakan sebesar USD 1.039 triliun atau sekitar Rp. 5 triliun, yang berhasil diraih dari sektor pariwisata.

Referensi

https://id.m.wikipedia.org/wiki/The_Eras_Tour

https://news.northeastern.edu/2023/08/11/taylor-swift-economy-impact/

https://goodstats.id/article/jejak-konser-dunia-terlaris-sepanjang-masa-the-eras-tour-masih-di-puncak-hjen2

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *