Blue Ocean Strategy: Strategi Samudera Biru untuk Menciptakan Ruang Pasar yang Belum Terjelajah

Untung Sudrajad
Ilustrasi Blue Ocean Strategy

Blue Ocean Strategy – Dalam lingkungan bisnis yang semakin kompetitif, strategi konvensional seringkali tidak lagi efektif untuk mencapai keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Istilah ini diperkenalkan oleh W. Chan Kim dan Renée Mauborgne, menawarkan pendekatan inovatif untuk menciptakan ruang pasar baru yang belum terjelajahi dan menghindari kompetisi head-to-head dengan pesaing.

Konsep ini telah memperoleh pengakuan global dan dianggap sebagai salah satu strategi manajemen yang paling berpengaruh dalam beberapa dekade terakhir.

Pengertian Blue Ocean Strategy

Blue Ocean Strategy didefinisikan sebagai cara bagi perusahaan untuk menciptakan ruang pasar yang belum terjelajahi dan membuat kompetisi menjadi tidak relevan.

Ini berbeda dengan strategi konvensional yang berfokus pada persaingan di ruang pasar yang ada (red ocean), di mana perusahaan bersaing untuk mendapatkan pangsa pasar yang lebih besar dalam industri yang sudah mapan.

Perbedaan antara Blue Ocean dan Red Ocean

Red Ocean merujuk pada industri yang sudah ada dan dikenal, di mana perusahaan bersaing secara intens untuk mendapatkan konsumen yang sudah ada.

Persaingan dalam Red Ocean cenderung semakin ketat, sehingga prospek untuk mendapatkan profit dan pertumbuhan semakin berkurang.

Produk atau layanan menjadi komoditas, dan kompetisi berubah menjadi “lautan darah” yang merah.

Sebaliknya, Blue Ocean merepresentasikan ruang pasar yang belum ada atau belum dieksplorasi, di mana permintaan diciptakan dan kompetisi menjadi tidak relevan dan terdapat kesempatan untuk tumbuh cepat dan mendapatkan profit yang signifikan. Inilah yang menjadi tujuan utama Blue Ocean Strategy.

Inovasi Nilai dalam Blue Ocean Strategy

Salah satu konsep penting dalam Blue Ocean Strategy adalah Inovasi Nilai (Value Innovation). Inovasi Nilai merupakan wilayah di mana tindakan perusahaan secara positif mempengaruhi struktur biaya dan tawaran nilai bagi pelanggan secara bersamaan.

Ini dicapai dengan menghilangkan atau mengurangi faktor-faktor yang menjadi titik persaingan dalam industri, serta menambah atau menciptakan elemen-elemen yang belum ditawarkan sebelumnya.

Inovasi Nilai mengedepankan penekanan yang setara terhadap nilai dan inovasi. Nilai tanpa inovasi cenderung berfokus pada penciptaan nilai dalam skala besar, sedangkan inovasi tanpa nilai cenderung bersifat mengandalkan teknologi atau futuristik, dan sering membidik sesuatu yang belum siap diterima oleh pembeli.

Dengan mengintegrasikan nilai dan inovasi secara harmonis, Inovasi Nilai menjadi pendekatan yang berkelanjutan untuk menciptakan Blue Ocean. Kim dan Mauborgne (2009) mengidentifikasi beberapa prinsip kunci dalam mewujudkan Blue Ocean Strategy, berikut langkah-langkahnya:

  1. Merekontruksi batasan-batasan pasar untuk memposisikan perusahaan menjauh dari persaingan Red Ocean dan menciptakan ruang pasar baru Blue Ocean.
  2. Fokus pada gambaran besar atau visi perusahaan, bukan hanya pada angka-angka, untuk mengurangi risiko perencanaan investasi yang terlalu besar.
  3. Menjangkau melampaui permintaan yang ada dengan menentang praktik strategi konvensional, seperti berfokus pada konsumen yang sudah ada atau mempertajam segmentasi.
  4. Menjalankan rangkaian strategis secara benar dengan membangun model bisnis yang kuat dan menguji strategi terhadap utilitas pembeli, harga, biaya, dan pengadopsian.
  5. Menyelesaikan hambatan utama dalam organisasi, antara lain rintangan kognitif, sumber daya, politik, serta motivasional, sebagai fokus utama.
  6. Mengintegrasikan eksekusi ke dalam strategi dengan memperhatikan pengaruh proses adil terhadap sikap dan perilaku orang dalam organisasi.

Kerangka Kerja Blue Ocean Strategy

Untuk mewujudkan Inovasi Nilai dalam Blue Ocean Strategy, Kim dan Mauborgne (2009) mengembangkan dua kerangka kerja utama:

a. Kerangka Kerja Empat Langkah

Kerangka ini terdiri dari empat pertanyaan kunci yang harus dijawab oleh perusahaan:

  1. Eliminasi: Faktor-faktor apa yang perlu dihilangkan dari praktik yang selama ini diterima begitu saja oleh industri?
  2. Reduksi: Faktor-faktor apa yang perlu dikurangi hingga di bawah standar industri?
  3. Peningkatan: Faktor-faktor apa yang perlu ditingkatkan melebihi standar industri?
  4. Inovasi: Faktor-faktor baru apa yang belum pernah ditawarkan oleh industri sehingga perlu diciptakan?

Dengan menjawab keempat pertanyaan ini secara mendalam, perusahaan dapat mencapai diferensiasi dan efisiensi biaya secara bersamaan, menghindari kesalahan umum, serta mendorong keterlibatan dan analisis mendalam terhadap setiap faktor dalam industri.

b. Kerangka Kerja Enam Langkah

Kerangka kerja ini menawarkan langkah-langkah untuk mengidentifikasi peluang Strategi Samudera Biru dengan:

  1. Mencermati industri alternatif yang menawarkan produk atau jasa substitusi.
  2. Menganalisis kelompok-kelompok strategis dalam industri dan faktor-faktor pertimbangan konsumen untuk berpindah antar kelompok.
  3. Mempelajari rantai pembeli yang terlibat dalam keputusan pembelian, seperti pembeli, pengguna, dan influencer.
  4. Mengevaluasi penawaran produk dan jasa pelengkap yang dapat memberikan nilai tambah.
  5. Mengidentifikasi daya tarik emosional atau fungsional bagi pembeli dan orientasi fungsional-emosional industri.
  6. Mengantisipasi perubahan industri berdasarkan waktu dan perkembangan teknologi untuk menciptakan situasi driving customer.

Dengan menerapkan langkah-langkah ini, perusahaan dapat menemukan peluang baru untuk menciptakan Strategi Samudera Biru dan memberikan nilai yang belum pernah ditawarkan sebelumnya kepada konsumen.

Kesimpulan

Blue Ocean Strategy menawarkan pendekatan yang inovatif dan disruptif dalam strategi bisnis.

Dengan fokus pada penciptaan ruang pasar baru yang belum terjelajahi dan menghindari kompetisi head-to-head, Blue Ocean Strategy memberikan peluang bagi perusahaan untuk mencapai pertumbuhan dan profitabilitas yang signifikan.

Melalui Inovasi Nilai dan penerapan kerangka kerja yang disediakan, perusahaan dapat mengidentifikasi dan memanfaatkan peluang baru, menciptakan nilai yang belum pernah ditawarkan sebelumnya, dan memimpin dalam Blue Ocean yang mereka ciptakan sendiri.

Referensi:

https://www.kajianpustaka.com/2023/07/blue-ocean-strategy.html

https://www.harmony.co.id/blog/blue-ocean-strategy-pengertian-contoh-dan-penerapannya/

https://www.ocbc.id/id/article/2023/07/31/blue-ocean-strategy-adalah

Response (1)

  1. Blue Ocean rupanya yang selama ini saya praktikkan. Terima kasih informasinya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *