Suasana Tahun Baru ala Jepang

admin
Ilustrasi Tahun Baru ala Jepang (foto: freepik.com)
Ilustrasi Tahun Baru ala Jepang (foto: freepik.com)

Suasana Tahun Baru ala Jepang – Tidak lama lagi tahun baru akan segera tiba. Dalam bahasa Jepang, Tahun Baru disebut shougatsu. Bagi masyarakat Jepang, Tahun Baru adalah suatu upacara penghormatan terhadap roh leluhur. Perayaan Tahun Baru di Jepang memiliki perbedaan dengan perayaan Tahun Baru di negara-negara lain.

Di Jepang, suasana Tahun Baru disambut dengan ketenangan dan kesunyian. Masyarakat Jepang menjalankan tradisi ini secara turun-temurun dari generasi ke generasi, mewarisi adat dari nenek moyang mereka.

Jepang menyimpan berbagai tradisi yang unik juga menarik Pergantian tahun menjadi waktu yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang. Pada saat momen ini, biasanya orang-orang akan mengadakan perayaan atau pesta. Selalu ada tradisi khusus pada setiap menjelang tahun akhir tahun dan ketika memasuki tahun yang baru.

Apa saja tradisi tahun baru di Jepang? Tidak selalu dengan perayaan terompet atau kembang api, namun juga dilakukan dengan hal sederhana seperti bersih-bersih dan menghias rumah. Wow sepertinya menarik, yuk kita simak.

Tradisi Tahun Baru di Jepang

Ada beberapa tradisi yang kerap dilakukan oleh masyarakat Jepang ketika tahun baru. Berikut kebiasaan unik tersebut:

Baca juga: 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas Indonesia

Kadomatsu

Kadomatsu adalah tradisi hiasan pintu rumah Jepang yang terdiri dari pohon pinus, bambu, dan pohon prem. Dipraktikkan selama pergantian tahun hingga awal Januari, tradisi ini diyakini membawa keberuntungan, dengan pohon pinus dianggap sebagai simbol panjang umur.

Shimekazari

Shimekazari adalah tradisi serupa dengan Kadomatsu, di mana hiasan dipasang di pintu rumah untuk mengundang keberuntungan. Selain itu, diyakini bahwa Shimekazari dapat melawan bala atau kesialan, memberikan keselamatan kepada anggota keluarga. Setelah periode tahun baru berakhir, Shimekazari dan Kadomatsu dibawa ke kuil untuk dibakar dalam upacara untuk mewujudkan keinginan.

Joya No Kane

Joya No Kane adalah tradisi memukul lonceng besar di kuil-kuil. Lonceng dipukul sebanyak 108 kali, yang melambangkan jumlah nafsu duniawi manusia. Tradisi unik ini masih dijaga dan dilaksanakan hingga saat ini.

Nah, dari pada membakar kembang api atau petasan mungkin membunyikan lonceng bisa menjadi pilihan. Selain mengurangi sampah, dengan membunyikan lonceng suasana tahun baru tetap meriah dan dapat menghemat pengeluaran. Ya nggak sih?

Oosoji

Oosoji adalah tradisi bersih-bersih rumah yang dilakukan oleh masyarakat Jepang menjelang akhir tahun baru. Tradisi ini melibatkan semua anggota keluarga, dari anak-anak hingga orang tua, dengan tujuan membuat rumah bersih dan nyaman untuk menyambut kunjungan keluarga saat malam pergantian tahun. Kebersihan rumah diharapkan memberikan nuansa segar dan meningkatkan semangat keluarga.

Wah, ini dia yang menarik dan nampaknya tidak ada salahnya kita mencontoh tradisi yang satu ini. Di jamin tiap tahun baru rumah jadi bersih.

Kagamimochi

Kagamimochi adalah tradisi membuat dua kue mochi berukuran besar dan kecil, dengan diameter antara 10 hingga 20 centimeter, yang disajikan di meja makan bersama jeruk. Meskipun awalnya ditujukan untuk dewa-dewa, kini mochi lebih berfungsi sebagai hiasan untuk merayakan tahun baru. Makanan ini juga disantap oleh anggota keluarga dengan mengikuti kebiasaan khas.

Toso

Toso adalah tradisi minum sake pada pagi hari saat tahun baru, terutama di masyarakat Jepang. Kebiasaan ini berlaku di banyak bagian Jepang, dan minum sake dilakukan dengan aturan khusus, menggunakan tiga piring dangkal yang ditumpuk menjadi satu. Sake ini dianggap membawa keberuntungan karena mengandung berbagai tanaman dengan makna simbolis.

Kalau tradisi yang satu ini, sepertinya boleh juga sih jika minumannya di ganti menjadi teh atau kopi.

Hatsushinode

Hatsushinode adalah tradisi melihat matahari terbit pertama kali di tahun baru. Terlebih Jepang memiliki julukan sebagai negeri matahari terbit. Menyaksikan sunrise untuk pertama kalinya ini menjadi kebiasaan yang tidak boleh dilewatkan. Masyarakat Jepang biasanya akan datang ke pantai atau pegunungan untuk melakukan hatsushinode.

Itulah Suasana Tahun Baru ala Jepang yang unik dan jarang ditemukan di negara lain. Bagi anda yang ingin melakukan liburan tahun baru, berkunjung ke Jepang bisa menjadi pilihan yang menarik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *