Opini  

Fenomena “Live Streaming” di Tengah Masyarakat

Banyaknya variasi dari Live Streaming membawa beberapa perubahan bagi kehidupan masyarakat

Nurul Salsabila
fenomena live streaming
Live streaming jualan & Live streaming joget (Ai Gemini)

Siapa yang tidak mengenal trend Live Streaming? Trend yang sedang hits di tengah masyarakat. Yaps! Sekarang segala flatform e-commerce memiliki fitur live streaming, bahkan sekarang media sosial juga mengupdate fitur mereka. Lalu bagaimana dampak dan kelansungannya terhadap kehidupan sekarang?

Dahulu nya, penjual dan pembeli hanya berinteraksi secara lansung (tatap muka) tanpa adanya sekat yang membatasi mereka. Namun sekarang masanya telah berubah, pembeli dapat berinteraksi dengan penjual tanpa harus keluar rumah atau menghampiri penjual lagi. Bermodalkan handphone dengan kamera yang bagus disertai  jaringan yang stabil, barang dagangan dapat diperkenalkan secara online. Pakaian? Makanan? Alat masak? Peralatan rumah tangga? sampai bibit tanaman pun dapat dijual online melalui live streaming.

Namun, semakin banyaknya variasi dari live streaming membuat beberapa lapisan masyarakat tidak lagi menggunakan nya sebagai tempat untuk berjualan. Pernahkan kamu melihat tayangan live streaming yang hanya merespons live chat, mandi di kolam/lumpur, mukbang makanan besar, berjoget-joget, bahkan sampai live streaming untuk bernyanyi di tepi jalan? Fenomena ini tentunya memicu reaksi yang beragam di tengah masyarakat Indonesia. Ada yang melihatnya sebagai cara yang instan untuk mendapatkan uang, namun banyak pula yang menyambut tidak baik trend ini. Beberapa diantara mereka beranggapan bahwa yang mereka lakukan adalah hanya menunjukkan berapa rendahnya kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) yang dimiliki. Bahkan, ada satu kampung di wilayah Indonesia yang sengaja menjadikan live berjoget-joget sebagai mata pencarian utama mereka. Hal ini terlihat dari banyaknya sekelompok orang yang berdiri di depan kamera yang sudah mereka atur. 

Menariknya, fenomena ini tidak hanya terjadi pada kalangan bawah saja, namun juga dilakukan beberapa artis besar. Alasannya jelas, peluang “cuan” yang lebih menggiurkan dibandingkan dengan pekerjaan utama mereka. Kini bukan lagi barang yang diperjualbelikan, melainkan konten dan skill yang menjadi komoditas dalam live streaming mereka. 

Lalu bagaimana dampak live streaming bagi kelansungan hidup sekarang?

Beberapa tempat penjualan offline tepatnya di pasar tradisional atau pusat perbelanjaan menunjukkan beberapa perubahan. salah satu yang paling mencolok yaitu sepinya pembeli yang datang. Masyarakat kini lebih memilih cara praktis dengan berbelanja secara online. Apalagi jika dibandingkan, umumnya harga di e-commerce lebih murah daripada harga di pasar. Efek dari fenomena ini membuat beberapa penjual di pasar tidak balik modal bahkan gulung tikar karena tidak dapat bersaing dengan fitur penjualan ini. Bahkan pada bulan Agustus tahun 2025, salah satu fitur live streaming di media sosial pernah dinonaktifkan untuk menjaga keamanan dari demo yang dianggap terlalu mendominasi pasar . Ya, mereka hanya tutup sekitar 4 harian setelah itu beroperasi kembali di flatform e-commerce mereka.

Jika kita berkunjung ke pasar sekarang, kita akan melihat pemandangan yang kontras, satu ruko masih buka, namun sebelah nya sudah tutup permanen. Bagi penjual yang gigih, mereka mencoba beradaptasi dengan menggabungkan penjualan offline dan live streaming. Dengan begitu, mereka memiliki dua “pintu” rezeki sebagai penghasilan mereka. 

Untuk fenomena live streaming kampung joget ini, lebih mengarah kepada kemunduran. Hal ini dikarenakan hilangnya etos kerja dan “skill” nyata karena bukan lagi keahlian melainkan durasi dan rasa malu. Dulu, orang bekerja menghasilkan sesuatu baik barang, karya, atau jasa. Jikalau mereka tidak lagi bertani, berdagang, atau belajar keterampilan baru, artinya ada regenerasi skill yang terputus. Ditambah lagi dengan dunia digital yang mudah untuk cepat berubah, dan trend akan ada masanya untuk berganti/hilang. Bagi yang tidak memiliki skill apapun, Mereka akan langsung lumpuh total secara ekonomi. 

Pada akhirnya kita membutuhkan pegangan yang kuat untuk menghadapi perubahan yang akan terjadi dan bagaimana cara beradaptasi dengan hal tersebut. 

 

Referensi :

https://kumparan.com/kumparannews/aktivitas-live-streaming-joget-di-kampung-tiktoker-sadbor-sukabumi-marak-lagi-23tPqQ1I23w

https://medan.tribunnews.com/2025/04/04/viral-ratusan-warga-kampung-jadi-live-stramer-tiktok-joget-demi-saweran-disebut-tak-bertani-lagi 

https://www.suaramerdeka.com/nasional/0413816237/joget-sadbor-viral-kampung-di-sukabumi-jadi-pusat-konten-kreator-tiktok 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *