Perkuat Ekonomi Kreatif Jakarta Menuju Kota Global

admin
Ilustrasi Kota DKI Jakarta (Foto: freepik.com)
Ilustrasi Kota DKI Jakarta (Foto: freepik.com)

Untuk Memerkuat Ekonomi Kreatif Jakarta Menuju Kota Global, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf)/Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menjalin kerja sama melalui penandatanganan nota kesepakatan di Balairung, Balai Kota Jakarta, beberapa waktu lalu. Kesepakatan ini bertujuan mengembangkan sektor ekonomi kreatif dan mendukung transformasi Jakarta sebagai kota global. Penandatanganan dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Menteri Ekraf RI Teuku Riefky Harsya.

Baca juga: The New Engine of Growth: Ekonomi kreatif

Menjawab Amanat UU Daerah Khusus Jakarta

Gubernur Pramono menyambut baik kolaborasi ini sebagai langkah memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dalam mendukung peran baru Jakarta setelah pemindahan ibu kota. Hal ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta yang mengamanatkan transformasi Jakarta menjadi kota global dan pusat perekonomian nasional.

Kerja sama ini termasuk dalam program aksi 100 hari Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Pramono menyebut kolaborasi ini sejalan dengan implementasi Asta Cita, khususnya dalam peningkatan lapangan kerja, kewirausahaan, dan penguatan industri kreatif.

Kontribusi Ekonomi Kreatif terhadap Perekonomian Jakarta

Menurut data BPS 2024, sektor ekonomi kreatif telah menyumbang hampir 11% terhadap PDRB DKI Jakarta. Maka, kerja sama dengan Bekraf dianggap sebagai langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan sektor ini secara berkelanjutan.

Kesepakatan meliputi pengembangan event tematik, optimalisasi koridor ekonomi kreatif, penyediaan fasilitas dan pemasaran bagi pelaku kreatif untuk menembus pasar global, serta pertukaran data dan informasi guna mendukung kebijakan yang efektif.

Aksi Nyata untuk Manfaat Langsung

Gubernur menegaskan bahwa implementasi dari kerja sama ini harus menghasilkan manfaat konkret bagi pelaku ekonomi kreatif. Diharapkan, kebijakan ini mampu mendorong pergerakan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pelaku industri kreatif. Pramono mengajak seluruh elemen masyarakat turut serta dalam mengawal dan mendukung pelaksanaan kesepakatan ini.

Dukungan dari Kementerian Ekraf

Menteri Ekraf RI menyebutkan perlunya penguatan lintas subsektor seperti kuliner, fesyen, seni pertunjukan, film animasi, dan game. Ia juga mengaitkan kerja sama ini dengan persiapan menyambut 500 tahun Jakarta pada 2027 melalui kegiatan ekonomi kreatif yang inovatif. Acara ini dihadiri juga oleh Wakil Menteri Ekraf, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sekda DKI Jakarta, serta pejabat lainnya yang turut mendukung langkah ini.

Sumber: Laman website Pemprov DKI Jakarta (Redaktur: Lili Lestari, Penulis: Paundra Zakirulloh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *