Belajar Cinta dari BJ Habibie

Belajar dari BJ Habibie Tentang Cinta

Habibie dan Ainun (sumber: Kompas/Wisnu Nugroho)
Habibie dan Ainun (sumber: Kompas/Wisnu Nugroho)

Belajar Cinta dari BJ Habibie – Siapa yang tidak kenal dengan BJ Habibie? Mantan presiden Republik Indonesia ketiga ini bernama lengkap Bacharuddin Jusuf Habibie. Pria kelahiran Pare-Pare Sulawesi Selatan ini lahir tanggal 25 Juni 1936 dan meninggal di Jerman tanggal 11 September 2019. BJ Habibie sangat terkenal di Jerman dan dunia karena kepandaiannya dalam bidang teknologi khususnya pesawat terbang.

Menjabat menteri dalam Kabinet Pembangunan dalam pemerintahan Presiden Soeharto. Terakhir menjadi wakil presiden dan menjadi presiden negara ini setelah Presiden Soeharto mengundurkan diri akibat suasana politik yang tidak kondusif. Di masa kepemimpinan BJ Habibie, Timor Timur melepaskan diri dan merdeka dari Indonesia melalui referendum. Banyak yang menyayangkan, tetapi banyak pula yang mendukung keputusan tersebut.

Namun, apapun itu BJ Habibie tetap orang yang layak diteladani. Keteladanan BJ Habibie bisa dipelajari lewat tindakan, perilaku dan ungkapan atau kata-kata mulia termasuk tentang cinta. Berikut 6 kata mutiara tentang cinta yang bisa kita pelajari dari BJ Habibie.

1. Cinta sejati memandang kelemahan lalu dijadikan kelebihan untuk selalu mencintai

Kita mencintai pasangan bukan karena semua kelebihan yang dimiliki oleh orang yang kita cintai. Namun, orang yang cintai juga memiliki kelemahan dan kekurangan. Jangan karena kekurangan dan kelemahan, kita tidak jadi mencintai seseorang. Pandanglah kelemahan seseorang yang dicintai untuk dijadikan kelebihan dalam mencintainya. Karena saling melengkapi kekurangan, maka akan diberikan beberapa kelebihan dan rasa saling cinta.

Baca juga: I hope our paths cross again

2. Jika ada yang menghina anda, anggap saja sebagai pujian bahwa sebenarnya dia berjam-jam telah memikirkan anda sedang anda tidak sedetikpun memikirkan dia

Hidup di masyarakat tidak lepas dari penilaian masyarakat. Orang-orang tersebut sering memikirkan dan mencari kesalahan kita. Jika mereka menemukan kesalahan, mereka akan menghina kita. Kita tidak usah membalas menghina orang tersebut. Jika kita membalas berarti kita memikirkan orang yang menghina kita. Biarkan saja.

Jangan pernah membalas. Jika membalas berarti kita sama dengan mereka. Sama-sama berhati busuk dan saling menghina. Anggap saja penghinaan itu sebagai cambuk untuk mencapai kesuksesan. Membungkam penghinaan dengan prestasi. Jangan membalasnya. Diam dan bekerjalah maka engkau akan mulia pada akhirnya.

3. Cinta itu keikhlasan, tidak ada paksaan atau rasa pelampiasan

Mencintai berarti menerima kelebihan dan kekurangan. Mencintai harus ikhlas menerima apa adanya. Tidak perlu memaksakan kehendak untuk menerima perasaan cinta kita. Jangan pernah memaksakan cinta, sebab keterpaksaan hanya menimbulkan sesal di kemudian hari.

Saat kita putus cinta, kita akan merasakan sakit. Ketika rasa sakit muncul, maka timbul perasaan ingin membalas. Timbul keinginan melampiaskan rasa sakit. Bahkan kadang kita menerima cinta seseorang sebagai pelampiasan atas putusnya kekasih. Kita melampiaskan kekesalan dan ingin menunjukkan bahwa kita sudah move on.

Jangan mencintai karena pelampiasan dan keterpaksaan. Hasilnya justru kebencian dan kehancuran hidup kita. Tenangkan dulu. Instrospeksi diri. Setelah tenang dan cobalah mencintai orang lain tanpa keterpaksaan dan pelampiasan.

4. Belajarlah mengucap syukur dari hal-hal baik di hidupmu, dan belajarlah menjadi pribadi yang kuat dengan hal-hal buruk di hidupmu

Hidup itu ada dua kemungkinan. Hal baik dan buruk terjadi pada kita. Ketika kita mengalami hal baik seperti jatuh cinta, kita harus bersyukur. Menerima takdir yang nikmat dengan mensyukurinya. Menerima dengan gembira. Namun saat menerima hal buruk dalam hidup kita, kita seharusnya belajar menjadi pribadi yang kuat. Misalnya saja, kita berpisah dengan pasangan kita karena suatu hal.

Janganlah kita terpuruk dan menyalahkan keadaan. Kita harus berusaha menjadi pribadi yang kuat dalam menghadapi hal-hal negatif. Maka tepatlah kata-kata BJ Habibie yakni belajarlah mengucap sukur dari hal-hal baik di hidupmu, dan belajarlah menjadi pribadi yang kuat dengan hal-hal buruk di hidupmu.

5. Tak perlu seseorang yang sempurna, cukup temukan orang yang selalu membuat Anda bahagia dan berarti lebih dari siapapun

Kebahagiaan bukan karena kesempurnaan. Rasa cinta tumbuh karena kita bisa merasakan kebahagiaan. Rasa cinta muncul karena kita dianggap dan memiliki arti dalam hidup. Ketika kesempurnaan fisik dan kekayaan harta dijadikan patokan dan pedoman mencintai seseorang, siap-siaplah kecewa. Sebab kesempurnaan fisik bisa luntur saat usia sudah menua. Kekayaan tidaklah berarti saat kita menderita sakit.

Justru merasa dihargai dan memiliki arti dalam hidup, kita akan menemukan ketulusan cinta. Cinta didapatkan karena menemukan seseorang yang membuat kita bahagia. Kebahagiaan diperoleh karena kita salaing memahami dan berarti dalam hubungan cinta tersebut. Jadi, jangan mencari kesempurnaan tatapi temukan orang yang membuat kita bahagia dan memiliki arti dalam hidup ini.

6. Kesetiaan berarti ketulusan untuk menyimpan satu hati di dalam hati, dan berjanji untuk tidak akan mengkhianati

Cinta berarti kesetiaan pada pasangan. Ketika kita tidak memiliki kesetiaan maka tunggulah kehancuran pondasi cinta tersebut. Menurut BJ Habibie bahwa cinta itu tulus menyimpan satu hati dalam hati. Jangan menambah hati lain di hati kita. Jika ditambahkan berarti kita sudah tidak setia. Kita sudah mengingkari perasaan setia tersebut.

Saat sudah ada satu hati di hati kita, seharusnya kita berjanji untuk setia dan tidak menduakan. Saat kita mengisi hati dan membaginya maka tunggulah perpisahan sebab adanya penghianatan. Untuk itulah, tetap setia pada kekasih dan pasangan kita. Jangan pernah mengkhianati. Sebab dikhianati kekasih itu sakitnya luar biasa.

Demikian 6 ungkapan cinta dari BJ Habibie yang bisa kita jadikan ibrah atau pelajaran dalam hidup ini. Semoga mencerahkan, membawa manfaat dan salam literasi.

Referensi: https://jagokata.com/kata-bijak/dari-bacharuddin_jusuf_habibie.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *