Mengenal Augmented Reality dan Manfaatnya untuk Pemasaran

Augmented Reality (AR) adalah teknologi yang menggabungkan elemen-elemen virtual dengan dunia nyata, sehingga menciptakan pengalaman yang interaktif dan imersif bagi pengguna.

Untung Sudrajad
Ilustrasi AR
Ilustrasi AR

Mengenal Augmented Reality dan Manfaatnya untuk Pemasaran – Teknologi telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, membawa banyak inovasi dan kemudahan bagi berbagai bidang, termasuk pemasaran.

Salah satu teknologi yang sedang naik daun dan banyak digunakan oleh para marketer adalah Augmented Reality (AR).

Apa itu Augmented Reality?

Bagaimana Augmented Reality bekerja?

Dan apa manfaat Augmented Realit bagi pemasaran?

Artikel ini akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Apa itu Augmented Reality?

Augmented Reality (AR) merupakan teknologi yang mengintegrasikan elemen-elemen virtual dengan dunia nyata, menciptakan pengalaman interaktif dan imersif bagi pengguna.

Dengan kemampuannya, AR mampu menampilkan gambar, video, teks, suara, atau objek 3D yang dapat dilihat melalui perangkat seperti smartphone, tablet, kacamata, atau helm.

Perbedaan mendasar antara AR dan Virtual Reality (VR) terletak pada sifatnya; AR menambahkan elemen virtual ke dunia nyata, sedangkan VR menciptakan dunia virtual yang terpisah sepenuhnya dari realitas.

Baca juga: Green Marketing: Strategi Pemasaran yang Ramah Lingkungan

Bagaimana Augmented Reality Bekerja?

Untuk dapat menampilkan elemen-elemen virtual pada dunia nyata, AR membutuhkan beberapa komponen, yaitu:

1. Kamera

Kamera berfungsi untuk merekam gambar atau video dari dunia nyata yang akan dijadikan latar belakang bagi elemen-elemen virtual.

2. Sensor

Sensor berfungsi untuk mendeteksi orientasi, posisi, dan gerakan dari perangkat yang digunakan, sehingga elemen-elemen virtual dapat disesuaikan dengan sudut pandang dan lokasi pengguna.

3. Processor

Processor berfungsi untuk mengolah data dari kamera dan sensor, serta menjalankan algoritma yang dapat mengenali objek, wajah, atau pola tertentu pada dunia nyata, yang disebut sebagai marker.

Marker ini digunakan sebagai titik acuan bagi elemen-elemen virtual untuk ditempatkan pada dunia nyata.

4. Display

Display berfungsi untuk menampilkan hasil pengolahan data dari processor, yaitu gambar atau video yang sudah disisipkan dengan elemen-elemen virtual, yang dapat dilihat oleh pengguna.

Penerapan Augmented Reality

AR memiliki banyak penerapan di berbagai bidang, salah satunya adalah pemasaran. Beberapa contoh penerapan AR di bidang pemasaran adalah:

1. Product Visualization

AR dapat digunakan untuk memvisualisasikan produk secara lebih detail dan realistis, sehingga pengguna dapat melihat bentuk, ukuran, warna, fitur, atau fungsi dari produk tersebut.

Contohnya, IKEA Place, sebuah aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk melihat bagaimana produk IKEA akan terlihat di ruangan mereka.

2. Product Trial

AR dapat digunakan untuk mencoba produk secara virtual, sehingga pengguna dapat merasakan pengalaman menggunakan produk tersebut.

Contohnya, L’Oreal Makeup Genius, sebuah aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk mencoba berbagai macam produk kosmetik dari L’Oreal dengan menggunakan kamera smartphone sebagai cermin.

3. Product Promotion

AR dapat digunakan untuk mempromosikan produk secara lebih menarik dan kreatif, sehingga pengguna dapat terlibat dan tertarik dengan produk tersebut.

Contohnya, Pepsi Max, sebuah kampanye yang menggunakan AR untuk menampilkan berbagai macam efek spektakuler di halte bus, seperti robot, meteor, atau singa.

Apa Manfaat Augmented Reality?

Pemasaran tentunya sangat diuntungkan dengan adanya AR, di antaranya adalah:

1. Meningkatkan Brand Awareness

AR dapat meningkatkan kesadaran dan pengenalan merek, karena AR dapat menampilkan logo, slogan, atau pesan dari merek tersebut secara lebih menonjol dan mengesankan.

2. Meningkatkan Customer Engagement

AR dapat meningkatkan keterlibatan dan loyalitas pelanggan, karena AR dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan, informatif, dan personal bagi pelanggan.

3. Meningkatkan Conversion Rate

AR memiliki potensi untuk meningkatkan tingkat konversi dengan mempengaruhi keputusan pembelian pelanggan, melalui penyediaan informasi, visualisasi, atau uji coba produk yang lebih akurat dan meyakinkan.

Sebagai teknologi pemasaran, AR memberikan nilai tambah bagi produk, merek, dan pelanggan.

Penggunaan AR sebagai strategi pemasaran efektif dan efisien dapat menjadi kunci kesuksesan, asalkan diterapkan dengan tepat dan kreatif.

Sebagai perubahan paradigma dalam pemasaran, AR memiliki potensi untuk menjadi masa depan, mengubah cara kita berinteraksi dan melihat dunia.

Referensi:

 https://augmentedreality.id/2019/10/07/brand-ternama-sukses-marketing-ar/

https://www.netmarks.co.id/post/5-penggunaan-augmented-reality-dalam-dunia-marketing

 https://markey.id/blog/marketing/marketing-strategy/ar-dan-vr-ai-yang-memperkaya-digital-marketing

 https://binus.ac.id/2022/04/pemanfaatan-augmented-reality-untuk-komunikasi-pemasaran/

https://stickearn.com/insights/blog/apa-itu-augmented-reality

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *