Sama atau Tidak? Konsep Slow Living vs Malas-malasan

Slow Living adalah filosofi atau pendekatan dalam gaya hidup yang mengedepankan kehidupan yang lebih tenang, santai, dan menyelaraskan diri dengan ritme alam dan kebutuhan diri sendiri.

Untung Sudrajad
Ilustrasi Malas-malasan (Foto: www.freepik.com
Ilustrasi Malas-malasan (Foto: www.freepik.com

Sama atau Tidak? Konsep Slow Living vs Malas-malasan

Kehidupan dunia modern dewasa ini menuntut semuanya serba cepat dan tergesa-gesa karena waktu terasa begitu berharga dan persaingan hidup makin sengit.

Tanpa kita sadari kehidupan yang menuntut sikap cepat dan tergesa – gesa ini akan memicu hormon adrenalin sehingga meningkatkan kinerja syaraf otonom dan bila menjadi kebiasaan akan meningkatkan hormon kortisol yang berlebihan.

Dampaknya dalam jangka panjang akan menimbulkan gejala ketegangan otot, mudah nyeri, tekanan darah meningkat, risiko penyakit jantung meningkat, risiko gula darah dan lemak darah meningkat, daya tahan tubuh menurun, gangguan konsentrasi, gangguan tidur dan gangguan emosi.

Melihat kondisi kehidupan di dunia modern serta dampak yang diakibatkannya tersebut maka munculah konsep hidup atau filosofi “Slow Living”.

 

Pengertian Slow Living

Slow Living adalah filosofi atau pendekatan dalam gaya hidup yang mengedepankan kehidupan yang lebih tenang, santai, dan menyelaraskan diri dengan ritme alam dan kebutuhan diri sendiri.

Konsep ini menekankan pentingnya melambatkan laju hidup, mengurangi stres, dan memberikan perhatian pada momen-momen kecil yang berarti.

Dalam Slow Living, seseorang lebih berfokus pada kualitas daripada kuantitas. Ia menghargai pengalaman, hubungan, dan kegiatan yang memberikan kebahagiaan sejati.

Lingkungan juga menjadi perhatian dalam konsep hidup yang satu ini, dengan mengedepankan kesadaran terhadap penggunaan sumber daya secara bijaksana dan mengurangi dampak negatif terhadap alam.

Pendekatan Slow Living mengajak individu untuk memperlambat kegiatan sehari-hari, menikmati proses, dan menghargai waktu luang. Hal ini bisa berarti mengurangi terlalu banyak kewajiban dan komitmen, menyisihkan waktu untuk relaksasi, refleksi, dan pengembangan diri.

Meskipun sering kali diartikan sebagai bersantai atau malas-malasan, Slow Living sebenarnya adalah tentang memprioritaskan kehidupan yang lebih bermakna, seimbang, dan disesuaikan dengan nilai-nilai pribadi.

Konsep ini membantu individu menyadari kebutuhan dan batasan diri sendiri, serta menghindari terperangkap dalam budaya serba cepat dan konsumtif yang seringkali mengaburkan kebahagiaan sejati.

Intinya, Slow Living mengajarkan kita untuk melambat, menikmati momen, dan hidup dengan lebih sadar. Konsep ini menjadi kunci untuk menemukan kebahagiaan dan keseimbangan dalam kehidupan yang sibuk dan serba terburu-buru.

Baca juga: Workaholic: Ketika Seseorang Terobsesi Bekerja Melebihi Batas

Mengapa kita perlu Slow Living?

Hal ini penting karena menghadirkan keseimbangan dan kebahagiaan dalam kehidupan kita yang seringkali penuh dengan stres, kesibukan, dan tuntutan yang tinggi.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa slow living perlu:

1. Mengurangi Stres

Dalam kehidupan yang serba cepat, kita rentan mengalami stres yang berlebihan. Slow living membantu kita melambatkan laju hidup, mengurangi tuntutan, dan memberikan waktu untuk bersantai. Hal ini membantu mengurangi tingkat stres dan meningkatkan kesejahteraan mental dan emosional.

2. Meningkatkan Kualitas Hidup

Dengan memperlambat hidup, kita dapat lebih menyadari keindahan di sekitar kita dan menghargai momen-momen kecil. Hal ini membantu meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan, membuat kita lebih berterima kasih dan bahagia.

3. Meningkatkan Kesehatan dan Kebugaran

Melambatkan hidup juga berdampak positif pada kesehatan fisik kita. Mengurangi tingkat stres dan memberikan waktu untuk istirahat dan pemulihan membantu menjaga keseimbangan hormonal, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan mengurangi risiko penyakit terkait stres.

4. Memperkuat Hubungan

Dalam kehidupan yang sibuk, seringkali kita kehilangan waktu dan kualitas saat bersama orang yang kita cintai. Dengan menjalankan slow living, kita dapat mengalokasikan waktu untuk hubungan yang penting dalam hidup kita. Konsep ini juga memperkuat ikatan dan meningkatkan kebahagiaan dalam hubungan tersebut.

5. Meningkatkan Kreativitas

Ketika kita melambatkan hidup, kita memiliki lebih banyak waktu untuk berpikir, merenung, dan mengeksplorasi minat dan kreativitas kita. Hal ini memungkinkan kita untuk mengejar hobi dan proyek-proyek yang memicu imajinasi dan memperkaya hidup kita.

6. Menghargai alam dan lingkungan

Slow living juga berarti lebih sadar dengan keberlanjutan dan dampak lingkungan. Melalui gaya hidup yang lebih sederhana dan berkelanjutan, kita dapat mengurangi penyalahgunaan sumber daya dan memberikan kontribusi untuk menjaga kelestarian alam.

7. Menemukan Keseimbangan

Salah satu aspek penting dari slow living adalah menemukan keseimbangan antara pekerjaan dan waktu untuk diri sendiri, antara kewajiban dan hobi, serta antara dunia digital dan kehidupan nyata. Ini membantu menjaga kestabilan fisik, mental, dan emosional.

Dengan mengadopsi slow living, kita dapat hidup dengan lebih sadar, menghargai momen-momen kecil, dan menemukan keseimbangan dalam hidup yang penuh dengan makna.

Bagaimana cara menjalankan gaya hiup slow living yang tepat?

Untuk menjalankan Slow Living dengan tepat, berikut adalah beberapa langkah yang bisa kita coba:

1. Membuat Prioritas

Tentukan apa yang paling penting dalam hidup kita dan berikan perhatian yang mendalam pada hal-hal tersebut. Identifikasi nilai-nilai utama kita dan gunakan sebagai panduan dalam mengambil keputusan dan mengalokasikan waktu.

2. Mengurangi Kewajiban

Evaluasi komitmen dan kewajiban kita yang mungkin terlalu banyak. Pelajari untuk mengatakan tidak dengan bijak dan belajar memprioritaskan diri sendiri. Mengurangi beban yang tidak perlu akan memberi lebih banyak waktu dan energi untuk hal-hal yang benar-benar penting bagi kita.

3. Menikmati Waktu Luang

Sedikit-sedikit sisihkan waktu setiap hari untuk bersantai dan menikmati waktu luang. Jangan terjebak dalam rutinitas tanpa henti. Lakukan kegiatan yang dapat kita nikmati, seperti membaca, meditasi, berjalan-jalan di alam, atau hanya merenung secara sederhana.

4. Kehidupan Tanpa Terlalu Banyak Teknologi

Sering kali teknologi menjadi penyebab utama kehidupan yang terburu-buru. Coba batasi penggunaan media sosial dan teknologi di waktu-waktu tertentu sehingga kita dapat benar-benar hadir dalam momen sekarang dan menjaga keseimbangan.

5. Menghargai Kecil-Kecilan

Pelajari untuk menghargai keindahan dalam momen-momen kecil sehari-hari. Menyadari dan berterima kasih atas hal-hal sederhana seperti sinar matahari, rasa kopi pagi, atau percakapan santai dengan orang terkasih dapat membantu membentuk sikap yang lebih positif dan menghargai kehidupan.

6. Terhubung dengan alam

Habiskan waktu di alam dan nikmati keindahan alam yang ada di sekitar kita. Berjalan-jalan di taman, bertani di kebun, atau sekadar duduk di bawah pohon dapat membantu menyelaraskan diri dengan ritme alam dan menenangkan pikiran.

7. Praktikkan Kehadiran

Jaga diri kita agar hadir sepenuhnya dalam setiap momen yang kita alami. Jauhkan pikiran tentang masa lalu yang telah berlalu atau masa depan yang belum terjadi. Fokus pada saat ini dan nikmati momen dengan penuh kesadaran.

8. Mengembangkan Ketrampilan Baru

Manfaatkan waktu luang untuk mengembangkan ketrampilan baru atau mengejar kegiatan yang kita sukai. Ini bisa menjadi hobi seperti memasak, melukis, atau mempelajari instrumen musik. Keberadaan dan perkembangan dalam kegiatan yang kita sukai dapat memberikan kepuasan dan kenikmatan yang mendalam.

9. Menyadari Batasan dan Jangan Terlalu Keras pada Diri Sendiri

Ingatlah bahwa Slow Living bukan tentang menjadi sempurna atau mencapai semua dalam waktu yang singkat. Tetap realistis dan sadar akan batasan diri sendiri. Miliki kemurahan hati pada diri sendiri dan belajar mengapresiasi perjalanan hidup dengan semua kelebihan dan kekurangannya.

Semoga langkah-langkah ini membantu kita semua menjalankan Slow Living dengan lebih baik dan menemukan kedamaian serta kebahagiaan dalam hidup sehari-hari.

Ingatlah bahwa perubahan dilakukan secara bertahap, jadi bersabarlah dengan diri sendiri dan nikmatilah prosesnya.

Referensi:

https://www.kompas.com/tren/read/2023/07/19/080000165/mengenal-apa-itu-konsep-gaya-hidup-slow-living-?page=all

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *