Kalau Chat-nya Begini, Bisa Jadi Dia Nggak Tertarik Sama Kamu

Untung Sudrajad
Kalau Chat-nya Begini, Bisa Jadi Dia Nggak Tertarik Sama Kamu
Kalau Chat-nya Begini, Bisa Jadi Dia Nggak Tertarik Sama Kamu (sumber: Pexels)

 

Pernah nggak sih kamu nungguin notifikasi HP kayak nungguin hujan turun di musim kemarau?

Setiap layar menyala, kamu berharap itu dia, tapi yang muncul justru pesan keluarga di grup WhatsApp.

Kamu mulai mikir, “Sebenernya dia nungguin aku chat dulu atau… jangan-jangan dia memang nggak tertarik?”

Kadang, tanda-tandanya ada di depan mata, cuma kita yang suka pura-pura nggak lihat.

Ketika Chat Jadi Cermin Perasaan Seseorang 

Di era serba digital, komunikasi lewat chat bukan cuma soal teks yang dikirim. Di dalamnya ada sinyal, energi, dan kadang, kejujuran yang sulit diucapkan langsung. Seseorang bisa bilang “baik-baik aja” di dunia nyata, tapi sikapnya di chat membeberkan cerita lain. Dan ketika kamu sedang mendekati seorang pria, chat-nya bisa jadi kompas untuk membaca arah perasaannya.

Bukan berarti pria harus selalu cepat balas, panjang lebar, atau penuh emotikon setiap saat. Semua orang punya hidup, kerjaan, dan rutinitas.

Tapi… kalau banyak pola yang terasa aneh, dingin, atau menjauh, itu bukan cuma “dia lagi sibuk.” Ada kemungkinan dia memang nggak terlalu antusias sama kamu.

Dan tulisan ini bukan buat bikin kamu insecure, justru untuk membebaskan kamu dari menunggu sesuatu yang nggak pasti.

Mari kita buka satu per satu sinyal halus dari balasan chat pria yang bisa menandakan bahwa dia… yah, mungkin memang bukan dia yang kamu cari.

1. Balasannya Super Singkat, Super Hambar, Super Nihil Usaha

Kalimat “oke”, “oh”, “iya”, “hmm”, “yaudah” itu sebenarnya lucu kalau dipakai sesekali, tapi kalau setiap hari begitu… honey, itu bukan cuma hemat kata. Itu hemat perasaan.

Coba bayangin kamu cerita panjang lebar:

“Kemarin aku baru pertama kali naik MRT, terus lucu banget aku hampir nyasar ke jalur yang salah hahaha.”

Terus yang kamu dapat cuma: “Ooh.”

“Ooh??”

Serius? Sedikit pun nggak ada pertanyaan lanjutan, rasa ingin tahu, atau sekadar emotikon?

Itu bukan karena dia nggak suka bahasa panjang. Itu karena dia nggak terlalu tertarik memperpanjang obrolan, bahkan ketika kamu sudah memancingnya.

Kamu tahu orang yang kepo biasanya gimana? Mereka akan bertanya balik, menanggapi, pengin tahu detailnya. Kalau dia hanya membalas secuil, itu sinyal paling klasik dari minimnya ketertarikan.

2. Balasnya Lama, Tapi Aktif di Sosial Media

Ada orang yang beneran sibuk dan butuh waktu buat balas chat. Itu normal. Tapi kalau dia balas kamu empat jam sekali, sementara di sela-selanya:

– Upload story makan siang

– Repost meme

– Like foto orang

– Bikin thread panjang di Twitter

– Online terus
… dan kamu cuma dapat balasan “baru baca, hehe,” ya kamu juga tahu harus menyimpulkan apa.

Orang yang pengin membalasmu akan meluangkan waktu, bukan “menemukan kesempatan.”

Kalau kamu hanya mendapatkan sisa-sisa waktunya setelah dia selesai bersosial media, itu pertanda sederhana bahwa kamu belum masuk prioritasnya.

3. Dia Nggak Pernah Memulai Duluan

Hubungan itu kayak nari tango, nggak bisa satu orang doang yang bergerak. Kalau cuma kamu yang terus memulai chat, menyapa duluan, nanya kabarnya, ngasih topik, dan dia hanya membalas seperlunya, artinya dinamika memang berat sebelah.

Bahkan pria pemalu sekalipun, kalau dia tertarik, biasanya akan menunjukkan usaha. Nggak perlu yang cheesy, cukup hal-hal kecil:

“Lagi ngapain?”

“Udah makan?”

“Aku baru lihat sesuatu dan keinget kamu.”

Kalau dia nggak pernah memulai? Bisa jadi dia nggak merasa perlu menjaga komunikasi denganmu. Sesederhana itu.

4. Nada Chat-nya Kadang Nyebelin, Kadang Dingin

Seseorang yang tertarik sama kamu cenderung lembut, ramah, dan pengin membuatmu merasa nyaman. Tapi kalau dia sering membalas dengan nada yang sinis, ketus, atau seolah terganggu dengan kehadiranmu, kamu berhak bertanya:

“Kenapa aku harus memperjuangkan seseorang yang bahkan nggak bisa memperlakukan aku dengan hormat?”

Contohnya:

“Kamu nanya itu lagi?”

“Yah, terserah kamu.”

“Aku sibuk. Ngganggu banget.”

Kalimat-kalimat seperti itu bukan cuma tanda dia nggak tertarik, tapi juga tanda kamu harus jaga jarak demi kesehatan emosionalmu.

5. Dia Ngilang Tanpa Penjelasan

Ini bukan soal dia lagi sakit, ada masalah keluarga, atau ada kerjaan mendesak. Ini tentang orang yang menghilang tapi kelihatan sehat walafiat di mana-mana. Chat kamu nggak dibalas berhari-hari, tapi dia masih nongol di story temannya, masih reply sana-sini, masih aktif.

Lalu tiba-tiba dia muncul lagi dengan santai:

“Sorry ketiduran.”

“HP aku lemot.”

“Lupa balas hehe.”

Ketiduran seminggu?

Lupa balas tapi aktif nonstop?

Hehe?

Kalau dia mau kamu ada di hidupnya, dia nggak akan bikin kamu bingung seperti itu. Simple.

6. Obrolan Selalu Kamu yang Menjaga, Dia Cuma Menggantung

Orang yang suka sama kamu akan ikut menjaga ritme obrolan. Dia akan mencoba mengembangkan topik, memberi cerita baru, atau sekadar memastikan percakapan tidak mati.

Tapi pria yang tidak tertarik akan membuatmu merasa seperti kamu sedang ngobrol dengan tembok.

Kamu: “Kamu suka film apa?”

Dia: “Bebas.”

Kamu: “Terakhir nonton apa?”

Dia: “Lupa.”

Pembicaraan terasa payah bukan karena kamu membosankan, tapi karena dia memang nggak punya minat buat menyambungkan diri sama kamu.

Dan obrolan nggak akan berjalan kalau cuma kamu yang dorong dari awal sampai akhir.

7. Nggak Pernah Menanyakan Kabar atau Hari Kamu

Ketika seseorang suka sama kamu, ada rasa ingin tahu yang muncul dengan sendirinya. Dia pengin tahu kamu lagi apa, kamu baik-baik aja atau nggak, kamu senang atau capek.

Tapi kalau dia nggak pernah bertanya balik, itu tanda ia tidak memasukkan kamu ke dalam ruang perhatiannya.

Kamu cerita pun kadang cuma dibalas seadanya, tanpa rasa empati.

Kamu: “Hari ini agak berat, capek banget.”

Dia: “Ooh semangat.”

Daaaan selesai.

Kalau seseorang benar-benar peduli, reaksinya nggak akan se-dingin itu.

8. Banyak Alasan, Minim Tindakan

Dia bilang mau telepon kamu, tapi nggak pernah terjadi. Bilang nanti kabarin, tapi hilang. Janji ngajak ketemu, tapi tiba-tiba menghilang.

Kadang, kata paling jujur adalah tindakan, bukan teks di layar.

Kalau dia peduli, kamu akan merasakannya, bukan mencarinya.

9. Dia Hanya Serius Saat Butuh Sesuatu

Ini yang paling nyebelin. Pria seperti ini tiba-tiba jadi hangat, responsif, atau perhatian… ketika membutuhkan sesuatu:

Butuh bantuan, ditemani, divalidasi, di perhatikan.

Tapi setelah itu?

Balik lagi jadi dingin kayak es batu di freezer.

Kalau komunikasinya cuma satu arah dan bergantung pada kebutuhan dia, itu bukan ketertarikan, itu pemanfaatan.

10. Kamu Selalu Menunggu, Tapi Nggak Pernah Merasa Diharapkan


Ini mungkin tanda paling sakit tapi paling jelas.

Kamu nungguin balasannya.

Nungguin inisiatif dari dia. Atau percikan kecil yang mungkin muncul. Mungkin sebentar lagi, dia menanggapi usahamu.

Tapi kamu nggak pernah merasa ditunggu, nggak pernah merasa dicari, nggak pernah merasa diinginkan.

Hubungan yang sehat bikin kamu merasa aman.

Bukan seperti menanti sesuatu yang bahkan nggak tahu akan datang atau tidak.

Dan kalau dari chat saja kamu sudah merasa sendirian, itu bukan hubungan, itu harapan yang bertepuk sebelah tangan.

Penutup

Kehilangan minat seseorang bukan akhir dari dunia. Tapi bertahan pada seseorang yang jelas-jelas nggak tertarik bisa mengikis harga dirimu pelan-pelan. Kamu mulai mempertanyakan diri sendiri, apa yang salah, apakah kamu kurang menarik, kurang lucu, kurang asik. Padahal jawabannya sederhana: Kamu nggak kurang apa-apa. Dia saja yang bukan orang yang tepat.

Perasaan itu nggak bisa dipaksa, dan kamu nggak bertugas untuk mengejar seseorang agar mau menghargai kamu. Ketertarikan itu datang dari dua arah. Jika hanya kamu yang berjuang, hubungan tersebut nggak akan pernah berdiri dengan kokoh.

Suatu hari nanti, kamu akan bertemu seseorang yang chat-nya bukan cuma sekadar balasan. Seseorang yang selalu ingin tahu kabarmu, yang bahagia ngobrol sama kamu, yang membuat kamu merasa penting, bukan menjadi pilihan cadangan.

Untuk sekarang, beranilah mengambil langkah mundur dari pria yang sinyalnya jelas-jelas dingin. Jangan buang energi mengejar orang yang bahkan tidak menoleh ke arahmu. Arahkan perhatianmu pada hidupmu sendiri, pada orang-orang yang peduli, dan pada versi dirimu yang paling bahagia.

Karena kamu layak mendapatkan seseorang yang membalas bukan cuma pesanmu, tetapi juga perasaanmu.

Referensi:

https://www.beautynesia.id/life/5-balasan-chat-dari-pria-yang-menandakan-dia-nggak-tertarik-dengan-kamu/b-312861

https://www.popbela.com/relationship/single/kode-cowok-saat-chat-00-q4nx1-sgnp85


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *