Alasan Kerjasama dalam Hubungan Pernikahan itu Penting

Reynal Prasetya
Ilustrasi Pernikahan (Sumber: pixabay.com)
Ilustrasi Pernikahan (Sumber: pixabay.com)

Alasan Kerjasama dalam Hubungan Pernikahan itu Penting – Ketika seseorang memutuskan untuk menikah, maka kebebasan yang ia miliki semasa melajang akan berkurang atau bahkan hilang. Kebebasan yang ia miliki menjadi terbatas karena prioritas yang biasanya hanya berfokus pada diri sendiri menjadi beralih kepada pasangan dan juga anak.

Baca juga:Β Pentingnya Personal Space dalam Hubungan sebagai Kunci Kebersamaan

Pernikahan adalah ikatan

Karena pernikahan adalah sebuah institusi tak resmi yang mengikat seseorang untuk tunduk pada sebuah aturan dan kewajiban. Maka apabila seseorang telah memilih untuk menikah dan berpasangan, maka mau tidak mau ia harus mentaati aturan dan menunaikan kewajibannya tersebut.

Sebagai suami tentu tugasnya adalah menafkahi istri baik lahir atau pun batin, sebagai istri tentu tugasnya adalah melayani dan selalu patuh pada suami. Itulah sebuah kewajiban yang perlu ditunaikan oleh kedua pihak.

Sederhananya, pernikahan adalah pekerjaan bagi dua orang yang tidak pernah ada kata pensiun. Maka sebuah kerjasama diperlakukan untuk bisa mencapai hubungan yang harmonis. Pernikahan akan terasa indah apabila dua orang didalamnya terus bekerja menunaikan tugas dan kewajibannya dengan baik.

Konflik dalam rumah tangga

Karena seringkali konflik terjadi dan bahkan berujung pada perceraian selalu diakibatkan oleh satu pihak yang tidak lagi mau “bekerja”. Ada satu pihak yang sudah malas, bahkan tidak mau lagi menunaikan kewajibannya dalam pernikahan.

Sebagai contoh, seorang suami yang seharusnya bertindak sebagai kepala keluarga dan punya kewajiban menafkahi anak istri, malah melalaikan dan tidak menunaikan kewajibannya tersebut. Lebih jauh ada pula yang membebankan semua itu kepada istrinya sehingga istrinya lah yang harus mati-matian banting tulang mencari nafkah untuk keluarga.

Ada juga seorang istri yang seharusnya bertindak sebagai ibu rumah tangga yang merawat rumah dan mengurus anak, malah melalaikan kewajibannya merawat rumah dan menelantarkan anak, dan tidak sedikit ada yang membebankan urusan itu pada ART dan baby sitter untuk mengurus dan merawatnya.

Pernikahan ibarat sebuah institusi

Untuk itulah kenapa saya menyebut pernikahan sebagai sebuah institusi, karena didalamnya ada sebuah aturan dan kewajibaan yang perlu ditaati.

Selaras dengan pengertian institusi di wikipedia yang menyebutkan bahwa institusi adalah struktur aturan dan norma yang dirancang secara manusiawi yang membentuk dan membatasi prilaku sosial.

Jelas disitu ada batasan-batasan yang tidak boleh dilanggar oleh seseorang yang sudah berada dalam kehidupan pernikahan. Sebagai contoh, orang yang sudah menikah tentu tidak boleh selingkuh dan berkhianat pada pasangan karena jelas itu melanggar norma sosial.

Adanya batasan itulah yang membuat manusia yang sudah berpasangan menjadi tidak lagi bebas karena ia telah terikat dengan pasangannya, sehingga ada tugas dan tanggung jawab yang perlu dijalankan dalam kehidupan pernikahan tersebut.

Fenomena perceraian

Dan fenomena perceraian akibat ada satu pihak yang sudah tidak mau lagi menjalankan peran, tugas, serta tanggung jawabnya dalam pernikahan nampaknya sekarang sudah mulai lumrah terjadi.

Akhirnya banyak wanita yang lebih cepat menjadi janda di usia muda bukan disebabkan karena ditinggal mati oleh suaminya, melainkan karena suaminya yang dengan sengaja menanggalkan tugasnya tersebut.

Demikian halnya dengan mereka yang sudah menjadi duda di usia muda disebabkan karena kurangnya kesiapan untuk memimpin keluarga dan mungkin bisa jadi pernikahan hanyalah sebagai sarana yang mereka jadikan sebagai ajang untuk bersenang-senang saja. Padahal kenyataannya tidak demikian, mereka justru akan dihadapkan dengan tanggung jawab yang berat dan harus sanggup menjalankannya.

Tapi tidak sedikit juga ada sebagian laki-laki yang menjadi duda akibat adanya pengkhianatan yang dilakukan oleh istirnya. Karena di zaman modern ini, selingkuh tidak lagi menjadi komoditas yang biasanya dilakukan oleh laki-laki, tapi perempuan juga bisa melakukannya.

Cara agar hubungan harmonis

Jadi, apabila pernikahan ingin terus berjalan dengan harmonis dan hangat, maka kedua orang yang ada dalam hubungan tersebut harus terus menerus memeliharanya dengan usaha-usaha dan kerja-kerja yang sebagaimana di lakukan ketika masih pacaran.

Misalnya ketika waktu pacaran, yang biasanya rajin saling memuji, saling memberi perhatian, meluangkan waktu, memberi support, atau memberi hadiah-hadiah kecil, maka hal-hal itu juga wajib dilakukan ketika sudah menikah.

Tidak boleh terhenti dan harus terus berlanjut. Sayangnya banyak pasangan tidak melakukan itu, sehingga perlahan keharmonisan yang pernah dirasakan ketika masih pacaran pun pudar dan munculah konflik-konflik kecil yang kian menjadi besar sehingga hubungan menjadi renggang.

Pemicu permasalahan rumah tangga

Contohnya baru-baru ini ada seorang istri yang terpaksa menceraikan suaminya karena sang suami sudah hilang rasa peduli pada anak dan istrinya dan malah lebih fokus dengan kesenangannya sendiri.

Ceraikan suami gara-gara kecanduan game (Sumber: tangkapan layar akun Instagram Folkshit)

Sang istri curhat bahwa hampir setiap hari si suami lebih sering menghabiskan waktunya untuk bermain game ketimbang membantu istrinya mengurus anak dan berperan sebagai seorang ayah.

“Selalu cuek dan gak pernah ada waktu sama anak bini. Tiap hari selalu game dan game sampai larut malam. Sedangkan diminta tolong begadang gantian buatin susu buat anak bilang capek dan gak pernah mau.” Begitu kira-kira keluh sang istri di akun media sosial tiktok pribadinya.

Keadaan itu membuat saya ikut merasa bersimpati. Karena saya tahu bahwa mengurus anak itu tidak mudah, berat dan melelahkan. Sehingga wajar apabila istri meminta bantuan kepada suami.

Dan sebagai suami dalam keadaan seperti itu harusnya sigap dan cepat tanggap, bukan melululu menyerahkan dan membebankan semua urusan domestik serta mengurus anak pada istri, tapi suami juga wajib ikut andil dan membantu urusan-ursan istri meski dalam urusan-urusan kecil seperti bergantian mengasuh bayi, atau menemani anak bermain ketika istri sedang sibuk mengurus pekerjaan rumah.

Agar hidup lebih romantis

Makanya saya menyarankan bagi yang belum menikah, cobalah untuk mencari pasangan yang punya etos kerja tinggi. Bukan hanya dalam mencari uang, tapi juga dalam urusan-urusan rumah tangga dan hubungan, sehingga kehidupan pernikahan menjadi lebih harmonis.

Selalu ingat pula bahwa perselingkuhan terjadi tidak selalu disebabkan oleh orang ketiga, melainkan ada satu pihak yang sudah tidak lagi memberikan afeksi dan malas melakukan usaha-usaha kecil untuk menyenangkan pasangan.

Dan ketika hubungan mulai terasa kering, akhirnya ada satu pihak berusaha untuk mencari sesuatu yang belum dan tidak ditemukan dalam diri pasangannya. Kalau sudah begitu, perselingkuhan pun pasti tidak bisa terelakan lagi.

Kesimpulan

Perlu ada usaha dan kerjasama untuk dapat mencapai hubungan yang harmonis. Dua orang yang ada dalam hubungan itu wajib secara terus menerus memelihara dan merawat hubungan dengan kompak dan teratur.

Karena pernikahan adalah pekerjaan seumur hidup, butuh perjuangan di dalamnya, bukan hannya melulu hal-hal romantis atau kesenangan yang kita dapat, ujian-ujian yang datang pun kadangkala cukup berat dan kita harus senantiasa kuat dalam menghadapinya.

Bagi yang sudah berpasangan, marilah kita ingat-ingat kembali momen dimana pertama kali kita kenal dan dekat dengan pasangan. Semua terasa indah dan harmonis, karena kita masih melakukan usaha-usaha yang menumbuhkan hubungan menjadi lebih positif dan penuh cinta.

Beri pujian, pengakuan, meluangkan waktu, mengajak ngobrol, memberi hadiah-hadiah kecil, serta memberi kejutan pada pasangan bisa menjadi sentaja ampuh untuk kembali merekatkan hubungan yang sempat merenggang.

Referensi:

https://buletin.k-pin.org/index.php/arsip-artikel/112-pentingnya-bekerjasama-dengan-pasangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *