Bukan Ekonomi, Tetapi Pendidikan yang Akan Mewujudkan Indonesia Emas 2045!

iim maya sofa
Bukan Ekonomi, Tetapi Pendidikan yang Akan Mewujudkan Indonesia Emas 2045!
gambar ilustrasi oleh: iim maya sofa

Indonesia Emas 2045 adalah sebuah momen yang digadang-gadang dan bahkan menjadi maskot setiap pembicaraan oleh para petinggi di Pemerintahan kita.

Yang dimaksud dengan Indonesia emas 2045 adalah sebuah istilah untuk menggambarkan bonus demografi yang akan Indonesia alami di 2045 mendatang.

Bonus demografi ini dimaksudkan, bahwa sebanyak 70% penduduk Indonesia berusia produktif. Termasuk para gen Z yang memegang peran penting dalam proses menuju Indonesia emas.

Dari bonus demografi ini, tidak serta merta hanya perayaan jumlah populasi anak muda saja, melainkan generasi ini digadang-gadang memberikan nilai produktif yang tinggi. Dengan begitu akan membawa perputaran ekonomi yang besar bagi Indonesia.

Jika dilihat perputaran ekonomi Indonesia saat ini tidaklah buruk, dan berada di angka 5,3% setara dengan 4580 pendapatan per-kapitan.

Nah, untuk menuju sasaran kita, yaitu Indonesia emas 2045, kita harus tahu jangkauan dan besaran perputaran ekonomi yang dibutuhkan seberapa besar.

Di Mana Posisi Perekonomian Indonesia Saat ini?

Menurut Ferry Irwandi pada saat mengisi materi di Malaka Project pada 7 bulan yang lalu, menjelaskan bahwa, untuk menuju Indonesia emas 2045 yang nanti output nya itu negara maju, itu membutuhkan perputaran ekonominya sebesar 6-7%.

Memang terlihat tidak begitu jauh nilai persentasenya dengan perputaran ekonomi kita saat ini. Namun jika dilihat dari pendapatan per-kapitan, untuk menuju Indonesia emas 2045 dan menjadi negara maju nilai kita cukup tertinggal jauh.

Pendapatan per-kapitan kita saat ini, hanya 4.580, sedangkan untuk menjadi negara maju membutuhkan paling tidak 13 ribu pendapatan per-kapitan. Tiga kali lipat dari pendapatan per-kapitan saat ini.

Lalu Korelasinya dengan Pendidikan Apa dengan Indonesia Emas 2045?

Setelah membahas fakta ekonomi negara kita, dan mengetahui jangkauan yang perlu ditempuh sejauh mana, kini saatnya membahas apa penyebab dasar yang berdampak pada perekonomian kita mendatang.

Penyebab dasar ini jarang kita tahu, karena kita hanya digadang-gadang untuk memajukan dan menambah perputaran ekonomi saja.

Dan fakta yang harus kita terima saat ini adalah, bahwa yang membawa negara maju dengan perekonomian yang bagus adalah potensial growth warga negaranya atau SDM yang bagus juga.

Yang dimaksud dengan potensial gworth itu adalah perkembangan potensi diri, potensi kecerdasan hingga menghasilkan pribadi yang memiliki potensi yang baik

Sedangkan menurut riset yang dilakukan oleh World Bank, sejak era pandemi generasi muda kita mengalami penurunan kecerdasan.

Artinya, yang dibutuhkan Masyarakat kita ini adalah pendidikan atau lembaga pendidikan yang mampu melawan kebodohan.

Saya sering mengatakan bahwa yang selalu menjadi problem dasar kita adalah pendidikan. Bahkan di tulisan opini saya yang lainnya saya sering mengatakan bahwa pendidikan itu kunci dari majunya kualitas manusia sekaligus negara.

Karena memang peran pendidikan begitu besar bagi kemajuan dan kemakmuran suatu negara.

Sederhananya, hingga saat ini potensial growth kita ini sedang terancam. Bisa dilihat dari, kecerdasan intelektual SDM nya, kecerdasan kognitifnya, dan keterampilannya yang semakin menurun.

Nah dengan kualitas SDM dengan potensial growth yang masih rendah, artinya inilah yang menjadi masalah mendasar bari negara kita. Ekonomi adalah dampak luar yang disebabkan oleh kualitas SDM negara kita.

Refleksi Indonesia Emas 2045

Dengan permasalahan yang saya paparkan di atas, cukup membuat kita menyadari bahwa yang negara kita butuh kan adalah kualitas Sumber Daya Manusianya.

Selagi kualitas SDM yang masih begini-begini saja, tidak memahami tujuan Indonesia emas 2045 yang digadang-gadang, ya pastinya ini akan menjadi boomerang lagi bagi pemerintah.

Harapan atau ekspektasi yang tinggi terhadap generasi muda yang tidak mengasah potensinya, maka sama halnya mimpi di siang bolong.

Artinya, seharusnya pemerintah ini lebih terfokus pada pendidikan untuk generasi muda kita, karena memang segala aspek permasalahan yang muncul itu disebabkan karena rendahnya pemahaman Masyarakat kita.

Bukan hanya untuk menentukan kehidupan jangka panjangnya saja, bahkan untuk memilih presiden, badan legislatif, dan pemimpin lainnya, masyarakat kita sangat mudah terpengaruhi.

Karena ketidak pahamannya tentang apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang akan terjadi jika memilih paslon tersebut.

Solusi?

Supaya tidak mimpi di tengah bolong, maka pemerintah hendaknya terfokus untuk mencerdaskan anak bangsa dan terutama generasi yang disebut menjadi bonus demografi mendatang.

Namun tampaknya saya terlalu menuntut pemerintah dan mendakwa yang tidak-tidak. Karena menurut saya pribadi, kecerdasan yang dimiliki oleh suatu individu bukan kewajiban pemerintah secara mutlak. Melainkan kewajiban individu itu sendiri.

Karena jika kita lihat bersama, pemerintah kita sedang sibuk untuk menghidupi masyarakat yang kurang mampu dengan bansos (Bantuan Sosial).

Maka sama halnya kita akan buang-buang waktu jika mengharapkan program pemerintah agar terfokus untuk memberikan pendidikan yang layak untuk kehidupan yang layak juga dalam jangka waktu yang panjang.

Maka, sudah semestinya Gen Z yang memiliki citra problematik dari generasi sebelumnya, harus bisa membuktikan bahwa menjadi cerdas adalah kewajiban dan tanggung jawab diri kita sendiri.

Sederhananya, mengedukasi diri sendiri itu lebih efektif dibanding menunggu kebijakan pemerintah untuk menghabiskan APBN untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita.

Karena sejatinya musuh kita bukanlah orang-orang yang bodoh, melainkan kebodohan itu sendiri. Cerdaskan generasi muda untuk menuju Indonesia emas 2045! ***

 

Sumber artikel: Youtube Malaka Project

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *