News, Opini  

Atribut Kampanye yang Nyampah Visual Juga Lingkungan

iim maya sofa
Atribut Kampanye yang Nyampah Visual Juga Lingkungan
Sumber: TVone

Di musim pemilu saat ini, kota ramai dengan baliho, spanduk dan umbul-umbul bukanlah hal yang baru di perwajahan Indonesia. Kota sudah menjadi target para kandidat sebagai lokasi ajang unjuk kebolehan seni visual baliho partai kampanye mereka. Namanya juga pesta demokrasi, maka sudah sewajarnya dimeriahkan dengan atribut kampanye.

Tetapi tidak jarang masyarakat yang merasa atribut kampanye terlalu banyak, menumpuk dan ruwet. Termasuk saya pribadi, berasumsi bahwa tumpukan baliho, atau jajaran spanduk sepertinya tidak akan membuat saya bisa menentukan akan memilih pemimpin selanjutnya.

Mengapa? Ada banyak hal yang membuat saya merasa bahwa kampanye dan atributnya perlu ditinjau ulang manfaatnya sekaligus dampaknya. Dari keduanya, mana yang lebih mendominasi di kemudian hari. Ini penting untuk kita tinjau ulang guna mengambil tindakan tegas di kemudian hari.

Dalam dunia politik, kampanye merupakan salah satu alat utama bagi para kandidat untuk memperkenalkan diri dan menyampaikan visi serta misi mereka kepada pemilih. Sayangnya, fenomena seringkali dianggap sebagai “kampanye nyampah” karena menggunakan atribut kampanye yang merugikan bagi masyarakat.

Artikel opini ini akan membahas fenomena ini serta mengajak kita semua untuk merenung dan memikirkan cara-cara yang lebih positif dan bijak dalam berpolitik.

Bagaimana legalitasnya?

Sebelum meninjau ulang praktik atribut kampanye pemilu, kita perlu mengetahui bagaimana legalitas praktik atribut kampanye ini diperbolehkan di Indonesia.

Di Indonesia, pemasangan atribut kampanye diperbolehkan dengan tetap memenuhi peraturan yang berlaku, seperti lokasi pemasangan atribut, tempat kampanye, alat kampanye dan waktu berapa lama atribut boleh dipasang di tempat umum.

Atribut kampanye meliputi baliho, spanduk, rontek, umbul-umbul, poster, pamflet, brosur, sticker, kalender, bendera dan sejenisnya. Untuk opini kali ini, saya hanya akan fokus kepada atribut yang dipasang di tempat umum seperti baliho, spanduk, umbul-umbul, dan pamflet.

Kemudian, untuk tempat yang diperbolehkan untuk dipasang baliho kampanye, itu juga memiliki ketentuan sendiri. Seperti tidak boleh dipasang di sekolah, tempat ibadah, gedung pemerintah, rumah sakit, trotoar pejalan kaki dan di pohon.

Selanjutnya, untuk waktu pemasangannya sesuai dengan lama masa kampanye pemilu. Pada pemilu 2024 akan berlangsung selama 75 hari terhitung sejak 28 November 2023 sampai 10 Februari 2024. Sebelum dimulai, peserta pemilu dilarang berkampanye dalam bentuk apa pun termasuk pemasangan alat peraga kampanye (APK).

Apakah di negara lain ada baliho kampanye?

Jawabannya adalah, ada. Di negara maju seperti, Korea Selatan, China, bahkan Amerika Serikat juga melakukan kampanye menggunakan atribut yang dipasang di tempat umum. Peraturannya juga hampir sama dengan peraturan yang berlaku di negara kita.

Artinya, atribut kampanye ini sudah menjadi salah satu komponen penting dalam penyelenggaraan pemilu. Bukan hanya di negara kita, tetapi di negara maju juga sama. Jika ada yang bilang bahwa pemasangan atribut kampanye ini dikarenakan negara kita masih negara berkembang, maka salah besar.

Apa tujuan dari pemasangan atribut kampanye?

Secara umumnya, pemasangan atribut kampanye pemilu merupakan salah satu strategi pemasaran politik untuk pelacakan kinerja kampanye. Berikut adalah beberapa tujuan khususnya:

  1. Pelacakan Sumber Dukungan. Atribut kampanye pada iklan politik membantu mengidentifikasi sumber dukungan atau pendorong suara. Dengan menambahkan atribut unik pada materi kampanye, tim pemenangan dapat melacak dari mana pemilih potensial mendapatkan informasi atau didorong untuk mendukung kandidat atau partai
  2. Analisis Keberhasilan Pesan Kampanye. Melalui atribut kampanye, tim kampanye dapat menganalisis keberhasilan pesan-pesan. Mereka dapat memahami bagaimana pemilih bereaksi terhadap pesan-pesan tertentu dan dapat mengukur sejauh mana pesan-pesan tersebut mencapai target audiens.
  3. Segmentasi Pemilih. Pemasangan atribut memungkinkan untuk melakukan segmentasi pemilih berdasarkan respons terhadap berbagai pesan atau taktik kampanye. Dengan demikian, kampanye dapat disesuaikan untuk berkomunikasi secara lebih efektif dengan segmen pemilih tertentu.
  4. Pengukuran Dampak Media. Atribut kampanye membantu dalam mengukur dampak berbagai saluran media pada kampanye politik. Pemasangan atribut pada iklan televisi, iklan radio, iklan daring, dan bentuk media lainnya memungkinkan kampanye untuk memahami kontribusi relatif masing-masing saluran terhadap dukungan pemilih.
  5. Pengukuran Partisipasi Pemilih. Melalui atribut kampanye, tim dapat melacak tingkat partisipasi pemilih dan memahami sejauh mana kampanye berhasil menggerakkan pemilih untuk memberikan suara.
  6. Optimisasi Pemilihan Strategi. Analisis atribut kampanye membantu tim kampanye untuk mengoptimalkan strategi mereka sepanjang perjalanan kampanye. Mereka dapat menyesuaikan taktik dan pesan kampanye berdasarkan data yang diperoleh untuk memaksimalkan dampak dan memenuhi tujuan pemilihan.

Pemasangan atribut kampanye pada pemilihan umum membantu dalam membuat keputusan strategis yang lebih baik, meningkatkan efektivitas kampanye politik, dan memberikan wawasan yang diperlukan untuk berinteraksi secara lebih efektif dengan pemilih.

Apa manfaat bagi kita calon pemilih?

Jika sebelumnya saya telah menjabarkan manfaat atribut kampanye dalam pemilu, maka pertanyaan besar dari saya adalah apa manfaatnya bagi kita? Jika memang manfaat atribut tersebut hanya sebatas untuk meramaikan pemilu, sebagai alat analisis pemilu ke depannya, atau sebagai alat promosi rasanya tujuan itu tidak benar-benar menguntungkan bagi kita masyarakat biasa.

Pasalnya, jika memang pemasangan baliho yang besar, spanduk sepanjang jalan, umbul-umbu berjajar di trotoar itu menjadikan kita semangat mengikuti pemilu saya rasa tujuan itu tidak tercapai. Atau jika atribut kampanye ini digunakan sebagai strategi pemasaran promosi, rasanya juga tidak menjawab dari tujuannya.

Karena, berapa dari sekian banyak orang yang melewati jalan raya setiap harinya, berapa yang tertarik untuk mencoblos calon koalisi partai tersebut hanya dengan melihat foto yang berajar yang kadang ada visi misinya, atau hanya sekedar menampilkan tokoh berpengaruh di belakangnya.

Saya rasa, orang-orang tidak begitu ingin melihat spanduk yang tidak tertata rapi dan memang sulit dibaca karena saling bertumpuk atau bahkan banyak yang sudah rusak.

Selanjutnya, jika memang tujuan pemasangan atribut kampanye untuk pemilu ini adalah untuk menganalisis strategi pemilu selanjutnya, sepertinya harus saya katakan bahwa sebagian besar dari kami tidak begitu ingin membaca spanduk yang berujung rusak, menumpuk, dan tidak sedap dipandang.

Dampak Negatif Atribut Kampanye Pemilu

Di era digital ini, sepertinya jika hanya untuk kebutuhan promosi akan lebih mudah menggunakan media digital. Lagi pula untuk spanduk, baliho dan atribut lainnya hanyalah dipasang di jalanan kota saja, dan di tempat-tempat ramai.

Apalagi jika atribut kampanye pemilu itu digunakan sebagai alat tolak ukur untuk mengetahui antusiasme masyarakat, sepertinya akan lebih mudah menggunakan berbagai macam platform digital untuk melacak dan menilai hal tersebut.

Pemasangan yang tidak tertib inilah yang nantinya akan menjadi sampah visual bagi para pengendara atau masyarakat yang melintasi jalan tersebut. Pemasangan yang tidak teratur juga menjadikan spanduk dan baliho kampanye pemilu akan berakhir sia-sia karena masyarakat tidak akan bisa mengenali satu persatu dari para calon.

Selain itu, banyak kasus yang merugikan masyarakat akibat baliho atau spanduk yang dipasang di sepanjang jalan. Berikut beberapa kasusnya:

Atribut Kampanye yang Nyampah Visual Juga Lingkungan
Sumber foto: Screenshot dari beberapa media berita

 

Nah, sudah sangat jelaskan bahwa penggunaan atribut kampanye pemilu di negara kita ini banyak memakan korban dan membahayakan masyarakat. Hal ini dikarenakan pemasangan atribut yang sembarangan, tidak semestinya dan tidak peduli terhadap kenyamanan publik.

Atribut kampanye pemilu yang melibatkan distribusi spanduk, poster, selebaran, dan bahan promosi lainnya. Jika tidak dikelola dengan baik, atribut kampanye ini dapat menjadi sampah lingkungan setelah pemilu berakhir, dan  menyebabkan polusi serta sampah lingkungan.

Belum lagi ada yang memasang dan memaku pada pohon yang jelas-jelas hal tersebut adalah larangan dari peraturan yang berlaku. Penempelan poster dan spanduk kampanye pada pohon atau bangunan bisa merusak tumbuhan dan struktur bangunan. Hal ini dapat mengakibatkan perusakan habitat alam dan keindahan lingkungan.

Kesimpulan

Untuk mengurangi dampak negatif kampanye pemilu pada lingkungan, pihak terkait, termasuk kandidat, partai politik, dan komite kampanye, dapat mempertimbangkan praktik yang lebih ramah lingkungan, seperti penggunaan bahan ramah lingkungan, pengurangan limbah, dan perencanaan acara yang memperhatikan aspek lingkungan.

Gunakan media yang sesuai dengan perkembangan zaman dan lebih bijak untuk mempertimbangkan beberapa aspek yang lebih penting dari kampanye itu sendiri. Jika ingin menjadi pemimpin negara, maka setidaknya mulailah memikirkan dampak yang akan ditanggung oleh rakyat akan tindakan yang dilakukan.

Kampanye tidak salah, tetapi dibalik itu semua para calon pemimpin sudah harus terdidik dan bijak jauh sebelum menjadi pemimpin. Karena sikap ke depanya akan ditentukan dengan sikap dan kebijakannya yang diambil saat ini. Sekian dari saya, semoga artikel ini dapat memberikan informasi kepada kalian. Sampai jumpa di artikel opini selanjutnya.  

Sumber:

bpk.go.id

hukumonline.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *