Libur Produktif – Libur panjang dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1445 H kali ini, memberikan waktu yang cukup untuk merehatkan semua beban pekerjaan yang harus dilakukan seperti biasanya. Agar libur kali ini tetap menghasilkan karya dan memiliki nilai positf, diperlukan rencana dan agenda yang jelas serta target yang ingin di capai. Tanpa membuatnya bisa dipastikan jika libur yang akan dijalani hanya melakukan aktivitas yang membuat kenyamanan sesaat, bukan ibur yang produktif.
Libur panjang selama kurang lebih dua pekan ini memang bukan libur biasa. Waktunya yang bertepatan dengan bulan penuh keberkahan membuat semua aktivitas yang dilakukan bernilai ibadah. Puncak kemenangan yang dirayakan umat muslim di seluruh dunia juga menjadikannya sangat spesial. Meluruhkan semua salah dan khilaf sehingga semua insan kembali fitri, menjadi kemenangan yang ingin dicapai.
Beberapa kegiatan positif yang dapat dilakukan dalam mengisi libur panjang kali ini antara lain:
1. Melakukan evaluasi pekerjaan yang sudah dilakukan sebelum libur panjang berlangsung.
Evaluasi ini dilakukan untuk melihat kinerja yang sudah selesai, sedang, dan belum dilaksanakan berdasarkan rencana kerja yang sudah dibuat. Terkadang rencana kerja yang sudah dibuat tidak dapat terlaksana 100%, maka dilakukan evaluasi untuk memetakan kembali pekerjaan mana yang lebih dahulu akan diselesaikan dan pekerjaan yang masih dapat ditunda.
2. Membuat rencana penyelesaian pekerjaan yang tertunda.
Setelah pendataan pekerjaan yang tertunda, langkah selanjutnya membuat perencanaan penyelesaian. Dalam hal ini waktu yang digunakan disesuaikan dengan waktu berakhirnya libur panjang. Waktu yang digunakan untuk kegiatan ini 2-3 jam setiap harinya. Jangan lupa luangkan waktu rehat agar pekerjaan ini tidak membebani walaupun sedang libur. Pada saat H-1 liburan berakhir, semua pekerjaan tertunda diusahakan sudah selesai. Hal ini akan mempermudah untuk melanjutkan target pekerjaan setelah masuk kerja kembali.
3. Menyediakan ‘Family Time’.
Semua hasil yang dicapai dalam pekerjaan selama ini pasti karena dukungan keluarga. Memenuhi semua kebutuhan keluarga adalah target yang menjadi tujuan melakukan pekerjaan dengan sebaik mungkin. Toleransi dan dukungan yang diberikan anggota keluarga saat pekerjaan sedang dalam kondisi memuncak seringkali dilupakan saat semua kembali normal dan terkendali. Saat libur panjang adalah waktu yang tepat mengembalikan kepercayaan pada anggota keluarga jika mereka sangat berharga.
4. Menjadwalkan ‘Me Time’.
Waktu untuk diri sendiri sangat diperlukan saat libur panjang. Melakukan introspeksi diri dengan mencari waktu serta lokasi yang tepat untuk menyendiri bisa jadi akan menemukan langkah terbaik yang akan dilakukan setelah masa libur telah usai. Healing bukan hanya melepaskan penat, namun bisa juga mencari inspirasi untuk meningkatkan kinerja mendatang.
5. Menambah wawasan dan pengetahuan dengan membaca.
Perkembangan informasi yang cepat dengan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya, kadang membuat kita tertinggal melakukan upadate informasi dan pengetahuan. Saat libur panjang adalah waktu yang tepat melakukannya. Membaca salah satu cara meningkatan wawasan dan pengetahuan mengenai berbagai perkembangan di sekitar kita.
6. Meningkatkan keimanan dengan memperbanyak ibadah.
Saat pekerjaan menumpuk, biasanya hanya ibadah wajib yang dilaksanakan. Saat libur tiba ada baiknya meningkatkan ibadah dengan menambah ibadah wajib dengan sunah. Kualitas ibadah juga dapat ditingkatkan dengan menambah kekhusuannya. Jika tiba waktunya kembali bekerja, selain raga yang telah mendapatkan haknya, maka jiwa yang penuh rasa syukur akan membuka jalan dalam menyelesaikan tugas dan tanggung jawab saat kembali beraktivitas.
Dengan melaksanakan keenam kegiatan positif tersebut, kita telah berkarya dalam membuat dan mengelola kinerja serta profesionalitas dalam pekerjaan yang dilakukan. Karya terbaik akan diraih saat pencapaian kinerja setelah libur panjang meningkat dengan cepat.
Saat melakukan ‘Family Time’ dan ‘Me Time’ biasanya akan muncul banyak ide yang akan dilakukan. Mulai dari menyiapkan kebutuhan keluarga saat makan bersama, melakukan aktivitas luar rumah yang menyenangkan, atau melakukan perjalanan sambil membuat dokumentasinya. Karya inilah yang akan terus berkembang saat tejadi inteaksi dan komunikasi bersama.
Karya yang biasanya akan muncul saat libur produktif antara lain:
- Tabel pencapaian kinerja sebelum libur.
- Agenda atau rencana yang akan dituntaskan terlebih dahulu.
- Variasi menu saat menyiapkan makan bersama keluarga.
- Foto dokumentasi saat melakukan perjalanan.
- Karya literasi saat selesai membaca.
- Tabungan pahala yang semakin bertambah.
Untuk itu sebelum libur panjang tiba, persiapkan rencana dan semua kebutuhan yang diperlukan. Jangan sampai saat waktunya tiba belum ada persiapan sehingga hanya menghabiskan waktu santai tanpa manfaat yang dapat mengubah sebuah mimpi menjadi kenyataan. Walaupun hasil akhirnya tergantung pada usaha dan doa yang dilakukan. Namun setiap yang kita lakukan pasti ada manfaatnya.
Yuk, persiapkan libur panjang yang masih tersisa dengan baik, jangan mengharapkan perubahan jika kita sendiri tidak mau berubah. Hal ini tertulis dalam Surat Ar-R’ad ayat 11 yang berbunyi:
اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوۡمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوۡا مَا بِاَنۡفُسِهِمۡؕ
Artinya: Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.
Tulisan ini juga sebagai introspeksi untuk penulis agar menjadi lebih baik menyikapi libur panjang. Semoga bermanfaat.
Penulis: Dwi Yulianti S.Mat, S.Pd.
Referensi:
https://kemenkopmk.go.id/sites/default/files/pengumuman/2023-09/SKB%202024.pdf
https://kalam.sindonews.com/ayat/11/13/ar-rad-ayat-11