Tuhan benar-benar mendengarkan, Our Paths Not Cross Again
Aku dulu berpikir, tidak apa-apa untuk berakhir. Aku tak lagi menemukanmu, di coffee shop favorite kita, tidak menyentuh makanan yang kau sukai, suaramu tak lagi bergema, kemudian namaku tak lagi diganti dengan panggilan sayang, aromamu tak lagi memasuki relungku dengan nyaman.
Seperti yang ibumu katakan, Tuhan memang mendengarkan, benar sudah tidak adalagi kilauan yang menetap, matamu sudah tidak lagi menganggumi ku. Aku berpikir kita akan mengikat janji dan membangun rumah yang kokoh.
Cinta adalah Tindakan
“Sayang, mendapatkan mu, salah satu hal yang paling aku syukuri di hidup ini.” kalimat mu selalu terngiang, tak pernah bisa ku tinggalkan, katamu, beruntung bisa mendapatkanku, sebelumnya, aku lah yang paling kamu syukuri, setelah berjuang lama, mencoba mengisi hati.
“Tau ga? semenjak ada kamu, malam penuh bintang, senja penuh mimpi, dan didepanku, ada bintang dan mimpi yang paling terang.” perkataan yang kamu lupakan, tidak pernah beranjak dari kepalaku, setiap melihat malam tanpa bintang, juga perjalanan semu, yang sedang ku hadapi.
Maaf telah membuatmu tersesat
People changed, kita berubah, hubungan yang sebelumnya kubanggakan, komunikasi yang sebelumnya kita usahakan, dan pertemuan yang biasanya kita nantikan sudah kehilangan arti, tak ada lagi perjalanan jauh yang ditempuh dengan perasaan bahagia, hanya karna ingin bertemu, tak ada lagi bahagia dalam perjalanan kita, kita tak lagi merasakan hal yang sama seperti sebelumnya, keheningan menjadi semakin dingin, kita tak lagi menggebu-gebu, kita tak lagi mendengarkan, kita tak lagi berharap, dan kita tak lagi mengatakan apa yang kita rasakan.
Mungkin kedepannya kita akan menemukan cinta yang kita harapkan, meskipun ini tidak bertahan lama, kamu mengajarkan banyak hal, bagaimana cara mengobati luka, alasan mengapa masakanku terasa hambar, tontonan yang tak kumengerti, mebaca peta digital, membuka tutup botol, kita akan berpisah.
Aku berharap, nantinya kamu menemukan manusia yang dapat mencintaimu seperti yang kau inginkan, aku akan kembali seperti sebelum mengenalmu, jika nanti sakit ini berkurang, aku berjanji akan menyusulmu. I hope our paths cross again.





