Awal Implementasi PP No. 24 Tahun 2022

admin
Sosialisasi Peraturan Pemerintah untuk Ekonomi Kreatif
Sosialisasi Peraturan Pemerintah untuk Ekonomi Kreatif

Pada tanggal 8 Desember 2022 bertempat di Graha Samudra Ganesa Universitas Hangtuah, telah diselenggarakan acara Sosialisasi PP No. 24 Tahun 2022 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2019 tentang Ekonomi Kreatif.

Acara di hadiri oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Dosen dan Mahasiswa/i Kewirausahaan Universitas Hangtuah, UPN Surabaya, Universitas Bhayangkara Surabaya, Universitas Ciputra, Universitas Dr. Soetomo, Universitas Muhammadiyah Surabaya, Universitas Katholik Dharma Cendekia, dan Universitas 17 Agustus Surabaya.

Sosialisasi Peraturan Pemerintah Tentang Ekonomi Kreatif No. 24 Tahun 2022
Sosialisasi PP Nomor 24 Tahun 2022 Tentang Ekonomi Kreatif (Foto: Dokumentasi pribadi suarakreatif.com)

PP No. 24 Tahun 2022 Merupakan Angin Segar

Dalam paparannya Rektor menyampikan bahwa PP No. 24/2022 merupakan angin segar pelaku Ekraf dalam menghasilkan kreativitas dan inovasi. Perkembangan IPTEK tak akan pernah lepas dari perkembangan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Perkembangan HKI adalah pengembangan SDM, sebab HKI berkaitan dengan produk dan proses hasil pikiran manusia. Kreativitas SDM yang berbasis warisan budaya, ilmu pengetahuan dan/atau teknologi.

Disamping itu untuk mengoptimalkan SDM tersebut diperlukan pengelolaan potensi Ekonomi Kreatif secara sistematis, terstruktur, dan berkelanjutan. Oleh karenanya diperlukan pengarusutamaan Ekraf dalam rencana pembangunan nasional melalui pengembangan Ekosistem Ekraf yang memberikan nilai tambah pada produk Ekraf yang berdaya saing tinggi, mudah diakses, dan terlindungi secara hukum.

Munculnya PP No. 24/2022 merupakan angin segar bagi pelaku Ekraf dalam menghasilkan kreativitas dan inovasi yang lebih dari sebelumnya. Mengingat PP No. 24/2022 merupakan jalan agar pelaku Ekraf dapat memperoleh fasilitas pembiayaan terutama dalam mengembangkan usaha kreatifitasnya yang berbasis kekayaan intelektual.

Sertifikat HKI dapat dijadikan jaminan hutang

HKI berupa Hak Cipta dengan adanya PP ini dapat dijadikan objek jaminan hutang. HKI merupakan hak eksklusif yang diberikan negara kepada para pencipta, kreator, inventor atas kreasi atau temuannya yang memiliki nilai komersil.

Sementara kampus sebagai lembaga pendidikan tinggi dan sebagai suatu wadah masyarakat ilmuwan, diharapkan juga mampu untuk meningkatkan budaya kreatif ini dengan berkolaborasi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi yang lain serta asosiasi atau komunitas pelaku Ekraf tersebut.

Sebagaimana suatu perguruan tinggi dalam pelaksanaan Tri Dharmanya juga mempunyai hak secara moral untuk menyampaikan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, termasuk melakukan sosialisasi PP tersebut yang sangat membantu bagi perkembangan industri kreatif.

Kuliner Sub Sektor Tertinggi Jawa Timur

Selanjutnya dalam paparan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur menyatakan bahwa kuliner merupakan salah satu sub sektor yang tertinggi berdasarkan data yang diperoleh dari usaha industri Ekraf lainnya di Jawa Timur pada tahun 2022. Selain kuliner sub sektor tertinggi kedua adalah kriya dan fesyen.

Lima kabupaten/kota terbesar sub sektor fesyen di Jawa Timur adalah: Kota Mojokerto, Kota Pasuruan, Gresik, Kabupaten Pasuruan, dan Kota Malang.

Jawa Timur memiliki East Java Super Corridor (EJSC) merupakan Pusat Pengembangan Talenta Anak Muda yang bergerak di bidang Ekonomi Kreatif dan tersebar di 5 Bakorwil di wilayah Jawa Timur, yakni EJSC Jember, EJSC EJSC Madiun, EJSC Bojonegoro, EJSC Malang, dan EJSC Pamekasan.

Indentifikasi Permasalahan

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur juga telah mengindentifikasi permasalahan, seperti permasalahan pada kreasi yakni, kapasitas dan kualitas sumber daya belum merata, belum ada kesadaran mendaftarkan HKI, riset pengembangan Ekraf terbatas, kualitas dan kemasan produk belum merata.

Sementara permasalahan pada produksi, distribusi, konsumsi dan juga konservasi pun telah teridentifikasi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur.

Peluang dan Pengembangan Industri Ekraf di Jawa Timur

Jawa Timur memiliki keragaman seni budaya dan daya tarik wisata, yang dapat menjadi modal utama dalam pengembangan industri ekraf. Peraturan Pemerintah untuk Ekonomi Kreatif tentu menjadi pelengkap di kota ini.

Seperti kekayaan kuliner, motif-motif pakaian tradisional, seni tradisional dapat dikemas dengan sentuhan digital dan pola pemasaran yang kekinian.

Adanya sejarah, fisosofi dan keunikan (storytelling) pada beberapa daya tarik wisata dan kawasan strategis pariwisata jawa timur, dapat memberikan nilai tambah (value added) terhadap produk Ekraf  (fotografi, video grafi, desain komunikasi visual, fesyen, periklanan dan sebagainya).

Jawa Timur sedang dibangun KEK, yang berpotensi meningkatkan perputaran ekonomi dan nilai barang/jasa di Jawa Timur. Hal ini merupakan peluang bagi industri Ekraf untuk bertumbuh. (KEK Singhasari, dan kedepan akan direncanakan KEK Gresik). Arah pengembangan Ekraf di Jawa Timur fokus terhadap pada sub sektor yang memiliki efek pengganda besar terhadap penciptaan lapangan kerja (Multiplier Effect).

Acara Sosialisasi PP 24/2022 Tentang Ekraf di Universitas Hangtuah Surabaya (Foto: Dokumen pribadi suarakreatif.com)
Acara Sosialisasi PP 24/2022 Tentang Ekraf di Universitas Hangtuah Surabaya (Foto: Dokumen pribadi suarakreatif.com)

Potensi Hak Kekayaan Intelektual

Dalam paparannya Dr. Tri Rusti Maydrawati, SH., MH. menyampaikan bahwa HKI di Perguruan Tinggi merupakan salah satu basis Kreativitas dan Inovasi dan berfungsi memproduksi ilmu pengetahuan, pengembang Ekraf serta pengelola KI.

Pada perguruan tinggi: Potensi HKI dapat dihasilkan pada Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi Pendidikan/Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat.

Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dalam dunia akademisi dituntut dan wajib berbasis HKI. Kewajiban ini harus dibuktikan dalam perolehan nomor pendaftaran HKI pada Dirjen Kekayaan Intelektual baik Hak Cipta, Paten, Desain Industri dll. Bukan hanya pendaftarannya saja akan tetapi sudah dituntut untuk mengkomersialisasikan potensi HKI dalam PT tersebut.

Paradigma PT sebelumnya hanya berorentasi pada poin dan KUM saja, sekarang harus terpikirkan pada orentasi poin dan komersialisasi, bahkan valuasi dan hilirisasi kearah komersialisasi sudah merupakan hal yang tidak bisa dihindari dalam suatu Perguruan Tinggi, akan tetapi masih sedikit yang memahaminya dan melaksanakannya.

Perpektif Perguruan Tinggi Terhadap Peraturan Pemerintah No. 24/2022 Tentang Ekraf

Dari akademisi mengapresiasi kehadiran Peraturan Pemerintah ini. Jika PP ini dapat di implementasikan tentu  sangatlah bermanfaat dalam upaya pengembangan Industri Ekonomi Kreatif.

Kehadiran PP No. 24/2022 semoga berdampak pada pertumbuhan ekonomi secara nasional, mengingat pelaku ekonomi kreatif biasanya banyak terdapat di daerah dan masih berbentuk UMKM. Kehadirannya juga secara langsung berimplikasi pada peningkatan pendaftaran dan granted serta kepemilikan HKI.

Sayangnya, pemahaman masyarakat masih terbatas tentang pemanfaatan kepemilikan HKI dapat dijadikan alternatif jaminan kredit pembiayaan. Belum Mengetahui prosedur pengajuan pembiayaan kredit tersebut.

Komersialisasi Kekayaan Intelektual

Direktur Regulasi Dr. Sabartua Tampubolon, Sh., MH. lebih menekankan pada komersialisasi kekayaan intelektual itu sendiri, sebab perlindungan kekayaan intelektual merupakan keniscayaan.

Direktur Regulasi Kemenparekraf/Baparekraf juga menghimbau kepada para mahasiswa/i yang hadir sebagai generasi millennial untuk dapat berkontribusi dalam menciptakan kreativitas yang bernilai seperti menjadi penulis buku, youtuber, konten kreator dan sebagainya.

Strategi komersialisasi bagi banyak orang dapat mempunyai arti yang berbeda-beda, tergantung pada latar belakang orang yang memberikan definisi dan/atau jenis institusi dari mana orang tersebut berasal.

 

Baca juga:

Rindekraf: Kerangka Strategis dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif
Langkah-langkah Pendaftaran Merek untuk Usaha

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *