Perhatikan, Ini Cara Ilmiah Menciptakan Keberuntungan!

Buang Jimatmu, Sains Punya Cara Lebih Ampuh untuk Bikin Hidupmu Beruntung

Untung Sudrajad
Perhatikan, Ini Cara Ilmiah Menciptakan Keberuntungan!
Perhatikan, Ini Cara Ilmiah Menciptakan Keberuntungan! (sumber: ChatGPT)

 

Kalau ada yang bilang keberuntungan itu cuma soal nasib, mungkin mereka belum baca bukunya Dr. James H. Austin. Profesor neurologi ini punya teori gila, bahwa ternyata keberuntungan bisa diretas seperti WiFi tetangga…eh, maksudnya bisa diciptakan dengan strategi tertentu. Siap-siap buang semua jimat kamu ke laut, karena sains punya cara yang lebih ampuh.

Pernahkah kamu merasa iri dengan teman yang hidupnya sepertinya selalu beruntung? Yang dapat kerja bagus tanpa ngapa-ngapain, ketemu jodoh di tempat paling random, atau menang undian doorprize meskipun cuma beli satu kupon? Sementara kamu sudah pakai baju kuning setiap Kamis, tidur dengan kepala menghadap utara, dan nggak pernah melewatkan ritual sujud syukur setiap malam, tapi tetap aja hidup terasa seperti main game level hard tanpa cheat code.

Nah, Dr. James H. Austin, seorang profesor neurologi yang menulis buku “Chase, Chance and Creativity: The Lucky Art of Novelty”, punya kabar baik buat kamu. Menurut beliau, keberuntungan itu bukan sepenuhnya misteri semesta yang hanya berpihak pada orang-orang pilihan. Keberuntungan, kata Austin, punya empat tipe berbeda, dan tiga di antaranya bisa kamu “retas” dengan cara yang sangat ilmiah dan praktis.

Bayangkan keberuntungan seperti buah mangga di pohon. Ada yang jatuh sendiri ke kepala kamu (beruntung tanpa usaha), ada yang bisa kamu guncang pohonnya sampai jatuh (beruntung hasil kerja keras), ada yang kamu dapat karena kamu satu-satunya orang yang tahu kapan mangga itu matang sempurna (beruntung karena keahlian), dan ada yang jatuh tepat ke tanganmu karena kamu kebetulan lewat di waktu yang tepat dengan posisi yang tepat (kebeuntungan magnetis). Menarik, kan?

Mari kita bedah satu per satu rahasia ini dengan bahasa yang lebih manusiawi, bukan dengan istilah-istilah neurologi yang bikin kepala pusing kayak habis dipake mikirin mantan.

Keberuntungan Tipe I: Blind Luck (Untung Buta yang Bikin Iri)

Ini dia tipe keberuntungan yang paling menyebalkan sekaligus paling membosankan. Blind luck adalah keberuntungan yang datang tanpa kamu berbuat apa-apa. Seperti lahir dari keluarga kaya raya, atau tanpa sengaja menemukan uang seratus ribu di kantong celana yang sudah berbulan-bulan nggak dipakai.

Dr. Austin bilang, ini murni acak. Seperti main dadu alam semesta. Kamu nggak bisa berbuat banyak untuk meningkatkan peluangnya, kecuali, tunggu dulu, dengan memperbanyak “sample size” alias kesempatan. Ibarat beli lotre, makin banyak kamu beli (dengan uang yang masuk akal ya, jangan sampai bangkrut), makin besar kemungkinan menang. Tapi secara statistik, tetap saja ini bukan strategi yang efisien.

Faktanya, kebanyakan orang yang sukses jarang mengandalkan blind luck ini. Mereka tahu bahwa menunggu keberuntungan jatuh dari langit itu seperti menunggu hujan di musim kemarau, bisa sih terjadi, tapi nggak efisien dan bikin kehausan duluan.

Keberuntungan Tipe II: Luck from Motion (Untung karena Bergerak Produktif)

Nah, ini baru menarik! Keberuntungan tipe kedua muncul karena kamu aktif bergerak, melakukan banyak hal, mencoba berbagai kesempatan, dan pada dasarnya nggak cuma duduk diam di zona nyaman sambil ngemil keripik singkong.

Dr. Austin mencontohkan ini seperti lebah yang terbang dari satu bunga ke bunga lain. Makin banyak bunga yang didatangi, makin besar kemungkinan menemukan nektar terbaik. Dalam konteks manusia modern, makin banyak kamu networking, mencoba proyek baru, belajar skill baru, atau bahkan sekadar keluar rumah dan berinteraksi dengan dunia, makin besar peluang kamu “menabrak” kesempatan emas.

Pernah dengar cerita tentang orang yang dapat kerja impian karena ngobrol santai di coffee shop dengan orang asing yang ternyata CEO perusahaan besar? Atau yang dapat ide bisnis brilian di tengah perjalanan random ke tempat yang awalnya cuma buat healing? Itu semua contoh keberuntungan tipe II.

Kuncinya sederhana yaitu BERGERAK. Jangan jadi patung museum yang cuma bisa dilihat tapi nggak pernah mengalami apa-apa. Keluar dari rumah, coba hal baru, ajak kenalan orang baru, ikut workshop aneh yang sebelumnya nggak pernah kamu pertimbangkan. Energi kinetik menciptakan peluang.

Tapi hati-hati, bukan berarti kamu harus jadi orang yang hiperaktif sampai burnout. Yang Austin maksud adalah gerakan yang purposeful, punya arah, meskipun arahnya belum jelas 100%. Seperti jalan-jalan di hutan, kamu nggak tahu akan ketemu apa, tapi setidaknya kamu tahu kamu lagi mencari sesuatu yang menarik.

Keberuntungan Tipe III: Luck from Expertise (Untung karena Kamu Ahli)

Ini adalah tipe keberuntungan favorit para introvert dan orang-orang yang lebih suka mengasah skill daripada bergaul. Keberuntungan tipe III muncul karena keahlian dan pengetahuan mendalam kamu di bidang tertentu membuat kamu bisa mengenali peluang yang orang lain lewatkan begitu saja.

Bayangkan kamu seorang kolektor batu akik veteran. Suatu hari di pasar loak, kamu menemukan batu yang dijual murah oleh pedagang yang nggak tahu nilainya. Mata kamu yang sudah terlatih langsung mengenali bahwa itu batu langka yang harganya bisa puluhan juta. Orang lain lewat? Mereka cuma lihat batu biasa. Kamu? Kamu lihat jackpot.

Itulah keberuntungan tipe III. Bukan kebetulan, tapi hasil dari jam terbang tinggi, pembelajaran mendalam, dan kepekaan yang terasah. Dr. Austin menyebutnya sebagai “prepared mind meets opportunity”, pikiran yang siap bertemu dengan kesempatan.

Louis Pasteur, ilmuwan terkenal, pernah bilang: “Chance favors the prepared mind” (Kesempatan berpihak pada pikiran yang siap). Nah, Austin mengembangkan konsep ini lebih jauh. Menurutnya, keahlian yang mendalam bukan cuma membuat kamu siap, tapi juga membuat kamu bisa melihat pola, koneksi, dan peluang yang invisible bagi orang awam.

Contoh modern? Seorang programmer yang expert di machine learning tiba-tiba punya ide startup revolutionary karena dia paham betul pain points yang orang lain nggak sadari. Atau seorang chef yang bisa menciptakan fusion menu unik karena pemahamannya yang mendalam tentang rasa dan teknik dari berbagai budaya kuliner.

Jadi kalau kamu merasa hidupmu “kurang beruntung”, coba tanya: sudahkah kamu menguasai sesuatu dengan sangat mendalam? Karena keberuntungan sering datang menyamar sebagai insight yang hanya bisa ditangkap oleh expert.

Keberuntungan Tipe IV: Luck from Your Unique Character (Untung karena Kamu Unik)

Ini adalah tipe keberuntungan paling misterius sekaligus paling personal. Keberuntungan tipe IV muncul karena kombinasi unik dari kepribadian, hobi aneh, quirk personal, obsesi khusus, dan kebiasaan-kebiasaan kamu yang kelihatannya random, tapi ternyata menciptakan medan magnet untuk kesempatan tertentu.

Dr. Austin menjelaskan ini dengan contoh yang brilliant, ada orang yang hobi banget mengoleksi perangko dari negara-negara kecil yang jarang orang kenal. Kebiasaan aneh ini membuat dia sering ngobrol dengan sesama kolektor di forum-forum niche. Suatu hari, salah satu kolektor itu yang ternyata diplomat, menawarkan kesempatan kerja luar biasa di organisasi internasional, semua karena bonding mereka yang dimulai dari hobi “gaje” itu.

Keberuntungan tipe IV ini datang karena kamu menjadi diri sendiri secara konsisten, sampai-sampai alam semesta seperti “mengenali signature” kamu dan mengirimkan peluang yang pas banget dengan frekuensi unik kamu.

Pernah nggak kamu mengalami momen di mana kamu merasa, “Wah, kesempatan ini sepertinya memang diciptakan untuk aku”? Nah, itu adalah keberuntungan tipe IV sedang bekerja. Tapi ini bukan magic, ini adalah hasil dari kamu yang konsisten mengembangkan dan mengekspresikan keunikan kamu, sampai-sampai dunia tahu persis “apa yang kamu cari” meskipun kamu sendiri mungkin nggak sadar.

Meretas Keberuntungan: Strategi Praktis ala Austin

Setelah paham empat tipe keberuntungan, pertanyaannya adalah gimana caranya “meretas” sistem ini supaya keberuntungan lebih berpihak pada kita?

Dr. Austin nggak bilang kamu harus mengabaikan blind luck sepenuhnya, tapi dia sangat menekankan bahwa kita punya kontrol besar atas tiga tipe keberuntungan lainnya. Dan di situlah letak kekuatan sesungguhnya.

Pertama, tingkatkan motion kamu. Jangan jadi zombie yang cuma rumah-kantor-rumah-kantor. Coba jalur baru ke kantor, makan di warung yang belum pernah kamu datangi, ikut komunitas yang nggak berhubungan langsung dengan kerjaan kamu, ajak ngobrol orang random (dengan batasan safety tentunya). Setiap gerakan baru adalah rolling dadu keberuntungan satu kali lagi.

Kedua, dalami keahlian kamu. Jangan jadi jack of all trades, master of none. Pilih satu atau dua bidang, lalu gali sedalam-dalamnya. Baca buku-buku advanced, ikut kursus tingkat lanjut, praktik sampai kamu bisa melakukannya dalam tidur. Ketika kamu jadi expert, peluang-peluang akan mulai terlihat seperti neon sign di tengah malam.

Ketiga dan ini yang paling seru, kultivasi keunikan kamu. Jangan ikut-ikutan jadi orang lain. Hobi aneh kamu? Pertahankan. Cara berpikir kamu yang beda dari orang lain? Kembangkan. Kombinasi unik dari minat, nilai, dan karaktermu adalah GPS personal yang akan menarik peluang-peluang spesifik untukmu.

Austin juga menekankan pentingnya kreativitas dalam equation ini. Orang kreatif, menurutnya, punya advantage karena mereka melihat koneksi yang orang lain nggak lihat, berani mencoba kombinasi yang belum pernah ada, dan nggak takut gagal. Kreativitas adalah accelerator untuk ketiga tipe keberuntungan yang bisa kamu kontrol.

Neurosains di Balik Keberuntungan: Otak yang Siap Melihat

Sebagai profesor neurologi, Austin nggak cuma ngomong doang. Dia menjelaskan bahwa otak kita secara literal bisa “dilatih” untuk mengenali peluang. Ini berhubungan dengan konsep yang disebut “selective attention” dan “pattern recognition”.

Ketika kamu fokus belajar sesuatu atau mengembangkan minat tertentu, otak kamu membentuk neural pathways yang membuat kamu lebih sensitif terhadap informasi terkait. Pernah nggak pas kamu lagi pengen beli mobil tertentu, tiba-tiba mobil itu terlihat di mana-mana? Itu bukan karena tiba-tiba semua orang beli mobil yang sama, tapi karena otak kamu sekarang “diprogram” untuk notice mobil itu.

Hal yang sama berlaku untuk peluang. Ketika kamu aktif bergerak, belajar, dan mengasah keahlian, otak kamu membentuk jaringan neural yang membuat kamu lebih peka terhadap opportunities. Sesuatu yang bagi orang lain seperti noise biasa, bagi kamu bisa jadi signal yang jelas.

Jadi “keberuntungan” dalam banyak kasus sebenarnya adalah kombinasi dari: preparasi (neural pathways yang tepat), awareness (otak yang trained untuk mengenali pattern), dan action (keberanian untuk ambil kesempatan ketika muncul).

Plot Twist: Kegagalan adalah Bagian dari Strategi

Salah satu hal paling liberating dari teori Austin Adalah bahwa dia nggak bilang kamu harus sempurna atau selalu sukses. Justru, banyak bergerak dan mencoba berarti kamu akan sering gagal. Dan itu OKE.

Kegagalan, dalam konteks keberuntungan tipe II, adalah data point. Setiap kali kamu coba sesuatu dan nggak berhasil, kamu sebenarnya sedang “mapping the territory”, memetakan medan. Kamu belajar apa yang nggak work, yang secara statistik meningkatkan kemungkinan kamu menemukan apa yang work.

Edison bereksperimen ribuan kali sebelum menemukan filamen yang tepat untuk bola lampu. Apakah itu keberuntungan blind luck? Nggak. Itu keberuntungan dari motion yang gigih dan expertise yang terus berkembang. Setiap “kegagalan” adalah step closer ke breakthrough.

Jadi jangan takut gagal. Takutlah pada stagnasi, pada nggak ngapa-ngapain dan berharap keajaiban jatuh dari langit.

Sinkronisitas dan Serendipity: Bonus dari Alam Semesta

Austin juga membahas konsep yang dia sebut “serendipity”, menemukan sesuatu berharga yang nggak kamu cari while you’re looking for something else. Ini adalah bonus dari actively engaging dengan dunia.

Contoh klasik: Alexander Fleming nggak sengaja menemukan penisilin karena kultur bakterinya terkontaminasi jamur. Apakah itu blind luck? Bisa jadi. Tapi Fleming bisa mengenali signifikansi dari “kontaminasi” itu karena keahliannya (tipe III). Dan dia ada di lab melakukan eksperimen karena motion-nya sebagai peneliti aktif (tipe II).

Kehidupan penuh dengan momen-momen serendipity seperti ini, tapi cuma bisa ditangkap oleh orang yang bergerak dan aware. Kamu nggak akan ketemu serendipity sambil rebahan scrolling TikTok 8 jam sehari (except mungkin kamu nemuin ide konten viral, tapi itu bukan yang kita bahas sekarang).

Penutup: Meretas Takdir dengan Sains dan Aksi

Jadi, apakah kamu masih percaya keberuntungan itu murni nasib yang nggak bisa diubah? Atau mulai paham bahwa kamu sebenarnya punya remote control untuk channel keberuntungan kamu sendiri?

Dr. James H. Austin lewat bukunya “Chase, Chance and Creativity” memberi kita framework yang brilliant, bahwa keberuntungan bukan misteri mistis yang hanya bisa didapat lewat doa dan jimat. Keberuntungan adalah kombinasi dari movement, mastery, dan being uniquely you, plus sedikit blind luck yang memang kita nggak bisa kontrol.

Yang membuat teori ini powerful adalah kesederhanaannya. Kamu nggak perlu ritual aneh atau percaya pada magic. Kamu cuma perlu bergerak lebih banyak, belajar lebih dalam, dan jadi versi paling autentik dari dirimu.

Keberuntungan akan datang sebagai by-product natural dari ketiga hal itu.

Mulai sekarang, alih-alih mengeluh tentang nasib yang nggak baik atau iri dengan keberuntungan orang lain, tanya pada diri sendiri: sudahkah aku bergerak cukup banyak? Sudahkah aku cukup expert di sesuatu? Sudahkah aku cukup jadi diriku sendiri?

Karena pada akhirnya, orang-orang yang “beruntung” itu bukan yang punya jimat paling ampuh atau yang paling sering ke paranormal. Mereka adalah orang-orang yang paham cara kerja keberuntungan secara ilmiah dan meretasnya dengan strategi yang tepat.

Jadi, sudah siap jadi hacker keberuntungan versi kamu sendiri? Alam semesta sudah menyiapkan buffet peluang di luar sana. Tinggal kamu mau keluar dari rumah untuk ambil porsimu atau nggak.

Dan ingat: keberuntungan favors the brave, the curious, the persistent, and the authentic. Bukan yang cuma nunggu sambil pasang sesajen.
Selamat meretas keberuntungan. May the odds be ever in your favor, not by luck, but by design.

“Buang jimatmu, matikan aplikasi ramalan harian, dan mulai bergerak. Karena keberuntungan terbesar adalah menyadari bahwa kamu punya lebih banyak kontrol atas hidupmu daripada yang kamu kira. Dan itu, my friend, adalah satu-satunya magic yang kamu butuhkan”.

Referensi:

https://stories.rahasiagadis.com/career-school-finance/95012356016/4-tipe-keberuntungan-menurut-dr-james-austin-bukan-hanya-kebetulan-saja

https://www.wealest.com/articles/four-kinds-of-luck

https://id.linkedin.com/pulse/create-your-own-luck-four-types-fawad-a-qureshi-sqs0e?tl=id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *