Dalam dunia psikologi, konsep trauma sudah menjadi topik yang sering dibicarakan, mulai dari trauma fisik, trauma emosional, hingga trauma psikologis yang lebih mendalam seperti post-traumatic stress disorder (PTSD).
Namun, ada jenis trauma yang seringkali tidak disadari namun berdampak signifikan pada kesejahteraan mental seseorang, yaitu scarcity trauma atau trauma kekurangan.
Trauma ini merujuk pada dampak psikologis yang timbul akibat hidup dalam situasi kekurangan, baik itu kekurangan sumber daya ekonomi, dukungan sosial, maupun kebutuhan dasar lainnya.
Baca juga: Pelecehan di Metaverse: Dampak Trauma seperti di Dunia Nyata
Apa Itu Scarcity Trauma?
Scarcity trauma merupakan trauma psikologis yang disebabkan oleh pengalaman hidup dalam kondisi kekurangan atau kelangkaan. Kondisi kekurangan ini bisa mencakup berbagai hal, seperti kekurangan finansial, pangan, pendidikan, hingga akses terhadap fasilitas kesehatan. Orang yang mengalami trauma ini biasanya pernah hidup dalam situasi di mana sumber daya untuk memenuhi kebutuhan dasar sangat terbatas atau bahkan tidak ada sama sekali.
Scarcity trauma tidak selalu terkait dengan kemiskinan ekstrem. Bahkan, individu yang memiliki pengalaman ekonomi yang relatif stabil namun pernah hidup di bawah tekanan finansial atau kekurangan lainnya juga dapat mengalami trauma ini.
Misalnya, seseorang yang pernah hidup dalam kondisi di mana mereka selalu harus menghitung setiap rupiah untuk bertahan hidup, bahkan setelah situasi ekonomi mereka membaik, mungkin tetap merasa cemas dan tidak pernah merasa “cukup”.
Ini menciptakan pola pikir scarcity yang terus-menerus, di mana individu tersebut merasa bahwa sumber daya selalu terbatas, bahkan ketika kenyataannya tidak lagi demikian.
Penyebab Scarcity Trauma
Scarcity trauma dapat disebabkan oleh berbagai faktor yang berkaitan dengan pengalaman hidup dalam kekurangan.
Berikut adalah beberapa penyebab utama dari trauma kekurangan ini:
1. Kemiskinan Ekstrem
Hidup dalam kondisi kemiskinan yang parah, di mana seseorang tidak bisa memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal, bisa menjadi penyebab utama scarcity trauma.
Ketidakpastian mengenai makanan di meja atau di mana harus tidur setiap malam menciptakan rasa tidak aman yang mendalam. Ketidakpastian inilah yang menimbulkan perasaan cemas dan takut yang berkelanjutan.
2. Pengalaman Kekurangan di Masa Kecil
Anak-anak yang tumbuh dalam keluarga yang kesulitan secara ekonomi sering kali membawa pengalaman itu hingga dewasa.
Ketika anak-anak terbiasa dengan lingkungan di mana mereka harus berjuang untuk mendapatkan kebutuhan dasar atau tidak dapat menikmati hal-hal yang dianggap normal oleh anak-anak lain, mereka bisa mengembangkan mindset kekurangan yang terus berlanjut di masa dewasa.
3. Krisis Ekonomi dan Sosial
Kondisi krisis ekonomi atau sosial yang berlangsung dalam jangka panjang, seperti resesi ekonomi, pandemi, atau bencana alam yang menyebabkan kelangkaan sumber daya, dapat menimbulkan trauma kelangkaan.
Saat seseorang hidup dalam lingkungan di mana mereka tidak yakin akan masa depan atau sumber daya yang mereka miliki, ini bisa menciptakan trauma yang berkepanjangan, bahkan setelah krisis selesai.
4. Pengalaman Hidup di Negara atau Daerah dengan Keterbatasan Sumber Daya
Seseorang yang tumbuh atau hidup di daerah dengan keterbatasan akses terhadap sumber daya, seperti di negara-negara berkembang, zona konflik, atau wilayah yang kurang terlayani oleh infrastruktur dasar, sering kali mengalami kekurangan yang kronis.
Mereka mungkin tidak memiliki akses ke air bersih, pangan, atau pendidikan yang memadai, yang menyebabkan tekanan psikologis dan perasaan bahwa mereka selalu harus berjuang untuk bertahan hidup.
5. Trauma Antar Generasi
Scarcity trauma juga dapat diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Misalnya, seseorang yang tumbuh dari keluarga yang pernah mengalami krisis ekonomi besar, seperti Perang Dunia atau Depresi Besar, mungkin mewarisi pola pikir kekurangan dari orang tua atau kakek-nenek mereka, meskipun mereka sendiri tidak mengalami kondisi yang sama secara langsung.
Dampak Psikologis dari Scarcity Trauma
Trauma kekurangan dapat berdampak luas pada kesejahteraan psikologis seseorang. Berikut adalah beberapa dampak umum dari scarcity trauma:
1. Kecemasan Berlebihan
Orang yang mengalami scarcity trauma sering kali merasa cemas tentang keuangan atau sumber daya lainnya, meskipun keadaan ekonomi mereka mungkin sudah membaik. Mereka bisa merasa terobsesi dengan tabungan atau persediaan makanan karena takut kekurangan di masa depan.
2. Sulit Mengambil Keputusan
Kondisi kelangkaan membuat seseorang sering merasa terbebani saat harus membuat keputusan. Ini terjadi karena mereka terbiasa dengan lingkungan di mana pilihan selalu terbatas, sehingga mereka cenderung merasa terjebak antara keputusan yang sama-sama buruk.
3. Perasaan Tidak Pernah Cukup
Salah satu ciri utama dari scarcity trauma adalah perasaan bahwa tidak ada keadaan yang dianggap telah cukup. Meskipun seseorang sudah memiliki pekerjaan yang baik, penghasilan yang memadai, dan hidup dalam kondisi yang stabil, mereka mungkin tetap merasa bahwa mereka harus terus menabung atau bekerja lebih keras karena takut kekurangan di masa depan.
4. Perilaku Overkontrol dan Perfeksionisme
Orang dengan scarcity trauma sering kali mencoba mengontrol segala sesuatu dalam hidup mereka dengan sangat ketat. Mereka berusaha mengendalikan pengeluaran, menghindari pemborosan, atau menetapkan standar yang sangat tinggi untuk diri mereka sendiri dalam upaya mencegah kegagalan atau kekurangan di masa depan.
5. Kesulitan Menikmati Hidup
Karena selalu fokus pada kemungkinan kekurangan, individu dengan scarcity trauma sering kali merasa sulit untuk menikmati hidup saat ini. Mereka merasa bersalah saat menghabiskan uang untuk hal-hal yang tidak penting, atau mereka merasa sulit untuk bersantai dan menikmati hasil kerja keras mereka.
Cara Mengatasi Scarcity Trauma
Mengatasi scarcity trauma memerlukan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan.
Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mulai mengatasi trauma ini:
1. Mengenali Pola Pikir Kekurangan
Langkah pertama dalam mengatasi scarcity trauma adalah menyadari bahwa kamu mungkin memiliki pola pikir kekurangan. Cobalah untuk memperhatikan bagaimana kamu berpikir tentang uang, sumber daya, dan keputusan yang kamu buat terkait dengan hal-hal tersebut. Jika sering merasa cemas atau berpikir bahwa apa yang kamu miliki tidak cukup, ini bisa menjadi tanda adanya scarcity trauma.
2. Melatih Pola Pikir Kelimpahan (Abundance Mindset)
Salah satu cara untuk mengatasi pola pikir kekurangan adalah dengan melatih pola pikir kelimpahan. Ini berarti belajar untuk melihat dunia sebagai tempat yang penuh dengan peluang dan sumber daya yang cukup untuk semua orang. Cobalah untuk menghargai apa yang sudah dimiliki, dan berlatih bersyukur untuk hal-hal kecil yang dapat kamu nikmati setiap hari. Ini bisa membantu mengurangi perasaan takut kekurangan.
3. Terapi Psikologis
Terapi, terutama terapi kognitif-perilaku (CBT), dapat menjadi metode efektif untuk membantu seseorang mengatasi scarcity trauma dengan mengubah pola pikir negatif terkait kekurangan. Melalui terapi, seseorang bisa belajar untuk mengidentifikasi dan menggantikan pikiran-pikiran irasional atau berlebihan terkait ketakutan akan kekurangan.
4. Membangun Kebiasaan Finansial yang Sehat
Jika trauma kekurangan berkaitan dengan masalah keuangan, belajar membangun kebiasaan finansial yang sehat dapat membantu meredakan kecemasan. Ini bisa termasuk membuat anggaran yang realistis, menabung dengan cara yang terencana, dan memberikan dirimu izin untuk sesekali menikmati hasil kerja keras tanpa merasa bersalah.
5. Memperkuat Dukungan Sosial
Dukungan sosial sangat penting dalam proses pemulihan dari scarcity trauma. Berbicaralah dengan orang-orang terdekatmu tentang ketakutan dan kecemasan yang kamu rasakan. Dalam beberapa kasus, dukungan dari keluarga, teman, atau komunitas bisa memberikan rasa aman dan mengurangi perasaan kekurangan.
6. Latihan Mindfulness
Latihan mindfulness dapat membantu mengurangi kecemasan yang muncul dari pola pikir kekurangan. Dengan berlatih mindfulness, kamu belajar untuk hidup di saat ini dan menghargai apa yang kamu miliki sekarang, daripada selalu khawatir tentang masa depan atau merasa terbebani oleh masa lalu.
Kesimpulan
Scarcity trauma adalah fenomena psikologis yang sering kali terjadi akibat pengalaman hidup dalam kekurangan atau ketidakpastian.
Meskipun trauma ini bisa membekas dalam, ada banyak cara untuk mengatasinya, termasuk dengan mengubah pola pikir, terapi psikologis, serta membangun kebiasaan finansial dan sosial yang sehat.
Dengan kesadaran dan usaha yang tepat, orang yang mengalami scarcity trauma bisa mulai merasa lebih aman, lebih mampu menikmati hidup, dan lebih percaya pada kemampuan mereka untuk mengatasi tantangan di masa depan.
Referensi:
Mengenal Scarcity Trauma, dari Penyebab hingga Cara Mengatasinya
https://www.marketeers.com/mengenal-scarcity-trauma-dari-penyebab-hingga-cara-mengatasinya/
Kenali Apa Itu Scarcity Trauma dan Bagaimana Cara Menghadapinya
https://girlsbeyond.com/2024/10/18/health/kenali-apa-itu-scarcity-trauma-dan-bagaimana-cara-menghadapinya










