Fakta dan Mitos HIV/AIDS

Penyakit menular yang rentan menyerang kaum remaja

HIV/AIDS (foto: freepik.com)
HIV/AIDS (foto: freepik.com)

Fakta dan Mitos HIV/AIDS – Pada tanggal 1 Desember 2023 kemarin diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia. Tujuan diperingatinya hari tersebut adalah untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap wabah AIDS di seluruh dunia yang disebabkan oleh virus HIV. 

Jika ingin menumbuhkan kesadaran dan mencegah sesuatu sudah pasti kita harus mengetahui apa saja hal yang menjadi penyebab penyakit tersebut menular.

Dalam artikel ini akan dijelaskan tentang fakta dan mitos apa saja yang selama ini beredar di kalangan masyarakat mengenai HIV/AIDS agar kita tahu bagaimana cara pencegahannya dengan tujuan untuk mengurangi jumlah penularan HIV. 

APAKAH HIV/AIDS ITU? 

HIV (Human Immuno deficiency Virus) adalah virus yang menyebabkan AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome). HIV menghancurkan sistem kekebalan tubuh yang dibutuhkan seseorang untuk melawan infeksi. 

Proses penularan akan memakan waktu bertahun-tahun, sehingga diawal penularan mungkin pasien HIV/AIDS terlihat biasa saja, seperti orang normal. 

Sebagian besar mereka yang tertular HIV di Indonesia adalah kaum muda berusia 16-30 tahun, bahkan sampai tahun 2022 silam telah banyak penderita dari usia dibawah itu. Seperti yang diungkapkan Badan anak-anak PBB UNICEF bahwa sekitar 110 ribu anak dan remaja berusia 0-19 tahun meninggal karena AIDS. 

Oleh karena itu, perlu diberikan pengetahuan lebih terhadap kaum muda (terutama remaja) agar bisa mencegah dan menjauhi hal-hal yang dapat menyebabkan tertularnya HIV. 

Baca juga: 7 Manfaat Lari Pagi yang Banyak Menyimpan Rahasia Kesehatan untuk Tubuh

FAKTA DAN MITOS

Banyak pertanyaan yang terkait dengan fakta dan mitos mengenai penyebab penularan virus HIV di masyarakat, antara lain.

Apakah seseorang bisa tertular virus HIV lewat ciuman?

Faktanya, HIV tidak tertular melalui mulut. Itu artinya ciuman tidak beresiko tertular HIV jika hanya sekedar kecupan saja.

Dan pertanyaan lain dari sekedar ciuman seperti:

Apakah seseorang dapat terinfeksi melalui gigitan nyamuk? 

Atau berbagi rokok dengan seseorang? 

Menggunakan peralatan makan yang sama, seperti gelas, sendok, dan garpu? 

Jawabannya TIDAK.

Virus HIV tidak menular melalui kontak fisik, bersentuhan kulit, melalui keringat atau air liur, alat makan dan gigitan nyamuk. 

FAKTANYA

HIV/AIDS adalah penyakit dari virus yang dibawa oleh darah. Virus ditransfer langsung melalui kontak darah atau cairan kelamin (sperma dan cairan vagina), itulah mengapa seks bebas menjadi penyebab utama dalam penularan HIV. Selain itu adalah sebagai berikut :

Alat medis : Hal yang paling mudah dan sering ditemui dalam penularan HIV adalah melalui jarum suntik atau peralatan medis lainnya yang terkontaminasi virus karena tidak disterilkan atau dokter dan perawat lupa mensterilkannya setelah pemakaian alat medis untuk pasien sebelumnya, sehingga besar kemungkinannya ada penularan virus ke pasien lain. (dalam konteks ini tidak hanya virus HIV saja tapi juga virus-virus lain).

Luka berdarah : Jika seorang yang terinfeksi mengalami luka berdarah dan menganga, besar kemungkinannya luka tersebut akan menularkan virus HIV secara terbuka kepada orang lain yang mencoba mengobati luka tersebut.

Darah menstruasi : Seorang wanita yang terinfeksi virus HIV harus sangat memperhatikan kebersihan. Pembalut yang digunakan tidak boleh dibuang sembarangan; sebaiknya dicuci bersih dan dibungkus dengan rapat sebelum dibuang.

Pisau cukur : memang sudah seharusnya penggunaan pisau cukur hanya diperuntukkan untuk penggunaan pribadi, tidak boleh saling meminjam walaupun diantara kita tidak ada yg terinfeksi virus tetap saja hal itu sangat menjijikkan.

MITOS

Selain gigitan nyamuk, bersentuhan kulit, memakai peralatan yang sama seperti yang telah dijelaskan diatas ada mitos lain yang sering muncul di tengah masyarakat awam, diantaranya:

Penderita HIV terlihat kurus dan kotor: Itu tidak benar. HIV tidak bisa terlihat secara fisik.

HIV hanya penyakit menular biasa dan tidak mematikan: Salah besar. Karena jika virus HIV telah berubah menjadi AIDS, tidak akan ada yang selamat kecuali atas kehendak Tuhan.

Itulah sedikit fakta dan mitos yang sering beredar ditengah masyarakat mengenai HIV/AIDS, terutama perihal penyeban penularan virusnya. 

Sampai saat ini, belum ditemukan obat yang bisa benar-benar membunuh virus HIV/AIDS. Para pasien pengidap HIV saat ini hanya bergantung pada terapi antiretroviral (ART), yang hanya bisa mengurangi resiko penularan lebih meluas, serta memperpanjang sedikit harapan hidup bagi para penyintas HIV/AIDS.

Sumber : UNICEF

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *