7 Tanda Kita Bermental Miskin – Kaya dan miskin itu sudah ditentukan oleh Tuhan. Namun, sebagai insan yang hidup kita perlu berusaha untuk mengubah takdir. Kekayaan bisa berupa harta, ilmu dan pengetahuan. Tetapi dalam pikiran kita biasanya miskin disebabkan oleh ketiadaan harta benda. Padahal miskin tidak hanya masalah harta tapi juga mentalitas kita. Peeubahan gaya hidup dan perilaku kadang dipengaruhi oleh kekayaan benda yang dimiliki walau tidak semua melakukan hal yang sama.
Kekayaan dan kemiskinan sangat dipengaruhi oleh mental dan cara berpikir kita. Apakah kita memiliki cara berpikir dan mental menjadi kaya? Atau justru kita memiliki mental miskin? Hanya kita yang tahu dengan menyimak tanda-tandanya.
Melalui pembacaan beberapa literatur dan searching di internet, penulis menemukan 7 tanda kalau kita bermental miskin. Apakah kita memiliki tanda-tanda tersebut? Jika kita memiliki tanda tersebut berarti kita memang bermental miskin.
Apa sajakah ketujuh tanda bahwa kita bermental miskin? Mari kita simak penjelasan berikut ini.
1. Suka gratisan (meminta-minta)
Hal pertama bahwa kita bermental miskin yakni suka gratisan atau suka meminta-minta. Banyak dari kita yang suka jika da makanan atau minuman gratis. Kita enggan membeli. Perhatikan saja di lingkungan kita. Ketika ada orang berjualan barang yang harganya murah, kita enggan untuk membelinya padahal kita sedang membutuhkan. Namun, jika ada barang gratis padahal kita tidak butuh dan harganya murah, kita berbondong dan berebut untuk mendapatkan barang tersebut.
Lihat juga saat ada bantuan sosial, pembagian zakat, sedekah atau santunan uang atau barang. Orang yang memiliki kekayaan bahkan ingin mendapatkan bantuan tersebut. Mereka berkomentar toh kita sama-sama warga kok hanya dia yang dapat bantuan. Inilah orang yang bermental miskin. Apakah kita juga ingin gratisan, berarti kita bermental miskin.
2. Pelit (merasa terus kekurangan)
Pelit itu tidak mau berbagi dengan siapapun. Mereka lebih suka meminta dari orang lain daripada berbagi. Mereka memiliki kekayaan tapi masih merasa miskin karena merasa selalu kekurangan. Lihatlah tetangga kita atau bahkan diri kita sendiri. Apakah kita merasa kurang saat ini?
Lihatlah. Kita sudah memiliki sepeda motor untuk mobilisasi kemanapun. Tapi kita sering kali merasa miskin karena belum punya mobil. Tidak pernahkah berpikir masih banyak orang yang hanya memiliki sepeda atau bahkan jalan kaki untuk mobilisasi diri? Jadi, ciri kedua kalau kita bermental miskin yakni pelit atau selalu merasa kurang.
Baca juga: Mental Health: Luka Mental Tak Kasat Mata
3. Tidak ada motivasi untuk berubah
Kita hidup memang sudah ditakdirkan Allah. Takdir itu ada yang bisa diubah tergantung pada usaha dan doa. Misalnya, kita ditakdirkan sakit. Kita harus berusaha untuk sembuh dengan berobat dan berolahraga. Jika kita diam saja tanpa ada usaha ya tinggal menunggu ajal tiba.
Sama ketika kita ada di jamuan makan. Kita diam saja melihat makanan dan duduk saja tanpa berusaha mengambil makanan atau minuman. Ya tentu saja kita kelaparan sebab acaranya prasmanan alias ambil sendiri. Motivasi dan usaha untuk berubah merupakan hal yang harus dikerjakan jika ingin hidup sukses dan kaya raya. Tanpa motivasi dan usaha sama saja kita bermental miskin seperti ada makanan di piring tetapi kita tidak mau mengambilnya. Ya tentu saja tetap kelaparan dan miskin. Jika ingin bermental kaya, milikilah motivasi untuk berubah.
4. Iri dengan orang lain
Iri hati hanya menyakiti diri sendiri. Contohnya seperti: iri melihat keberhasilan tetangga, tetangga beli sepeda motor baru atau tetangga beli tanah kaplingan ikut panas hati. Sikap iri hati ini membuat kita tidak bisa berpikir jernih. Tidak bisa menerima keberhasilan tetangga atau teman. Ini membuat kita sakit dan merasa miskin.
Janganlah memelihara iri hati ini sebab justru menunjukkan bahwa kita bermental miskin. Kita akan selalu sakit hati dan tidak memiliki keberkahan atas apa yang diberikan Allah pada kita. Iri hati hanya mengakibatkan Pajero (panas njaba jero atau panas luar dalam). Hindari iri hati sebab tidak akan membuat kita sukses. Yang ada hanya kesusahan dan tidak bersyukur atas nikmat Allah.
5. Terlalu perhitungan
Ciri keenam yakni terlalu perhitungan bahkan cenderung pelit. Saat ada sumbangan, eh kita memperhitungkan untung ruginya. Apakah kebijakan dan keputusan itu menguntungkan dirinya atau tidak? Jika menguntungkan yang diambil. Akhirnya, berbagai larangan hukum dan norma akan dilanggar. Untuk itu jangan terlalu perhitungan. Perhitungan boleh tapi yang proporsional.
6. Apresiasi rendah
Ketika seseorang bermental miskin dia cenderung memiliki apresiasi rendah. Mereka tidak memiliki empati dan penghargaan atas keberhasilan diri dan orang lain. Ibaratnya dia selalu mendongak ke atas. Tidak pernah melihat ke bawah. Dia selalu melihat kesuksesan orang lain dan merasa dirinya kurang sukses. Ia tidak pernah melihat keberhasilannya walau kecil sebagai kesuksesan. Dia tidak memiliki penghargaan atau apresiasi pada hal kecil. Apresiasi rendah ini menunjukkan bahwa kita bermental miskin.
7. Gengsian
Orang bermental miskin itu memiliki sifat gengsian. Misalnya, orang enggan bekerja jualan di kaki lima karena gengsi memiliki ijasah sarjana. Mereka gengsi bekerja kasar hanya karena berijasah tinggi. Padahal jika kita perhatikan, gaji di kantor itu lebih sedikit daripada hasil berjualan kaki lima. Belum lagi beban kerja. Hanya bedanya berpakaian dan bersepatu. Akibatnya ia tetap miskin karena gengsi disuruh kerja kasar. Jangan berharap bisa kaya jika tidak mau bekerja keras. Gengsian hanya menjadikan kita tidak berkembang dan bermental miskin.
Demikian 7 tanda-tanda kalau kita bermental miskin. Adakah kita memiliki salah satu dari ketujuh tanda tersebut? Semoga tulisan ini bermanfaat dan salam literasi.
Referensi: https://vm.tiktok.com/ZSBMPVSB8/









