Kenalan Sama Kerak Nasi
Siapa yang tidak tau mengenai kerak nasi? Bagian paling dasar yang ada pada panci ketika sedang memasak nasi. Kerak nasi sendiri terbentuk didasarkan karena adanya uap panas yang tertahan di atas nasi, sehingga menahan panas pada bagian bawah. Ditambah lagi dengan adanya gula alami yang berada pada nasi (glukosa) dan asam amino dalam bentuk protein yang berinteraksi pada suhu tinggi. Reaksi ini lah yang menghasilkan warna coklat dan aroma khas atau bisa disebut juga dengan karamelisasi protein. Demikianlah yang menyebabkan bagian dasar lebih cepat masak hingga gosong. Dan ternyata fenomena ini didasarkan atas sebuah reaksi kimia yaitu Maillard. Ditemukan oleh seorang ahli kimia Prancis, Louis-Camille Maillard pada tahun 1912.
Pengolahan Kerak Nasi
Di Indonesia sendiri, kerak nasi dijadikan sebagai cemilan tradisional yang dilakukan dengan tahapan penjemuran dibawah terik matahari. Setelah menjadi keras dan sudah menyerupai kerupuk, maka dapat dilanjutkan kepada tahapan menggoreng di dalam minyak panas. Namun jika teknik menggoreng nya tidak benar, cemilan ini tidak dapat mekar dengan sempurna dan akan membuat tekstur nya menjadi keras. Di Indonesia, Cemilan ini dibuat dengan versi gurih pedas dan versi manis dengan menambahkan gula merah di atasnya. Meskipun beberapa orang mengira bahwa kerak nasi adalah makanan sisa, namun diberbagai negara lain cemilan ini masuk ke dalam list tradisi kuliner yang harus dicoba. Seperti Nurungji dari korea, dan tahdig dari Iran.
Kerak Korea
Sama seperti kerak nasi Indonesia, di negara korea kerak nasi juga terbuat dari hasil memasak nasi di dalam panci. Kerak ini disebut dengan Nurungji dengan menggunakan panci besi maupun pot tanah liat di dalam pembuatannya. Nurungji sendiri memiliki tekstur yang reyah di bagian luar, dengan sedikit berkaramel. Beras korea dan Indonesia sendiri memiliki tekstur yang berdeda. Ketika beras dimasak akan terlihat perbedaan bahwa nasi korea lebih memiliki tekstur lengket, lengbut daripada beras indonesia yang identik dengan lebih kering dan terpisah antara satu sama lain. Dalam penyajiannya, nurungji ini dapat dimakan langsung seperti kerupuk. Namun, juga dapat disantap dengan menjadikanya sebagi sup dengan memberikan kuah kaldu. Hal ini akan menjadikan nurungji menjadi lembut, dan menjadikkanya sebagai hidangan sup ringan dengan rasa yang khas. Penggunaan pot tanah liat pada proses pembuatannya, menjadikan nurungji sebagai makanan dengan metode memasak tradisional.
Kerak Iran
Kerak nasi khas Iran memiliki cara penyajian yang unik. Meskipun sama-sama terbentuk dari nasi yang dimasak di dasar panci, kerak nasi yang dikenal dengan nama Tahdig (berarti “dasar panci”) ini disajikan bersama nasi yang sudah matang. saat nasi selesai dimasak, panci biasanya dibalik untuk memposisikan tahdig di bagian atas dan nasi putih di bagian bawaha. Tahdig sering kali diberi tambahan seperti roti lavash, irisan kentang, atau tortila yang diletakkan di dasar panci sebelum nasi dimasukkan. Kemudian ditambahkan minyak atau mentega supaya tidak gosong. Tahdig biasanya dihidangkan pada acara-acara khusus atau pertemuan keluarga sebagai bagian dari tradisi kuliner iran. Hidangan ini menjadi simbol bagi keramahan dan kebersamaan, serta kebanggaan bagi tuan rumah yang menyajikannya.
Kesimpulan
Kerak nasi dikenal sebagai makanan tradisional yang terbuat dari sisa dasar memasak nasi. Tidak hanya menjadi bagian dari makanan, namun juga mencerminkan sebuah tradisi kuliner dan kreativitas dalam memanfaatkan bahan makanan. Hidangan ini mampu mengubah sesuatu yang dianggap sisa menjadi sajian makanan yang pebuh dengan kenangan dan keunikan rasa.
Referensi :
https://mamasuka.com/resep-tips/nurungji-kerak-nasi-khas-korea-yang-renyah-banget
https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Kerak_nasi